
Teropong Indonesia News
JEMBER – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa di Caffee Rumput, Jalan Merak, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Kamis malam, 30 April 2026. Bertempat di lokasi tersebut, DPC SARBUMUSI Jember menggelar acara tasyakuran sekaligus menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mayday, yang jatuh pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya.
Acara yang dimulai tepat pukul 19.00 WIB ini menjadi momen istimewa, di mana seluruh elemen bersatu merayakan perjuangan, pengorbanan, serta kontribusi besar kaum buruh dan pekerja bagi pembangunan dan kemajuan bangsa. Sebagai organisasi yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja, SARBUMUSI melalui Ketua DPC-nya, Umar Faruk, sengaja mengadakan kegiatan ini sebagai wujud syukur atas segala pencapaian yang telah diraih, sekaligus mempererat silaturahmi antar sesama anggota, mitra, dan seluruh elemen masyarakat.
“Mayday bukan sekadar peringatan biasa, tapi menjadi pengingat sejarah perjuangan serta momentum untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja agar terpenuhi, dihargai, dan mendapatkan perlindungan yang layak. Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga saling menguatkan komitmen, bahwa kita akan terus berjuang bersama demi masa depan yang lebih baik,” ujar Umar Faruk dalam sambutannya.
Kehadiran tamu undangan yang beragam latar belakang semakin menambah makna acara ini. Hadir secara langsung tokoh masyarakat dan agama yang disegani di Jember, yaitu KH. Sulthon, yang juga dikenal sebagai salah satu ulama panutan di daerah ini. Selain itu, turut hadir Bambang selaku Ketua FKPPI, Alfian yang merupakan ahli hukum, Imam selaku Ketua APINDO, serta para tokoh dari organisasi RAJE (Rakyat Jember) dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan itu, KH. Sulthon menyampaikan pesan penting, bahwa kerja keras dan pengabdian pekerja adalah bentuk ibadah dan kontribusi nyata bagi negara. Ia juga mengajak seluruh elemen, baik pekerja, pengusaha, maupun pemerintah, untuk saling bahu-membahu, membangun hubungan yang harmonis, serta menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang kekeluargaan dan mengedepankan musyawarah mufakat.
“Seseorang yang bekerja dengan ikhlas, jujur, dan bertanggung jawab, maka pahalanya setara dengan orang yang berjihad di jalan Allah. Oleh karena itu, hak-hak pekerja harus dijaga, dan kewajiban pun harus dilaksanakan dengan baik, agar tercipta keseimbangan yang membawa keberkahan bagi semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, ahli hukum Alfian memberikan pemaparan terkait payung hukum dan perlindungan yang dimiliki oleh setiap pekerja. Ia menegaskan bahwa saat ini sudah banyak peraturan yang mengatur kesejahteraan pekerja, namun tantangannya terletak pada pengawasan dan penegakannya di lapangan. Oleh karena itu, peran organisasi seperti SARBUMUSI menjadi sangat vital untuk memastikan peraturan tersebut berjalan sebagaimana mestinya.
Turut menyampaikan tanggapan, Ketua APINDO Jember, Imam, menyatakan komitmen dunia usaha untuk terus menjalin hubungan industrial yang harmonis. Menurutnya, kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sehingga kerja sama yang baik akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
Acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan, diwarnai dengan diskusi santai, tukar pikiran, serta doa bersama sebagai penutup. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan Mayday tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata, di mana setiap pekerja mendapatkan haknya, bekerja dengan nyaman, serta hidup sejahtera dan bermartabat. ALI – KABIRO








