
Teropong Indonesia News
SORONG SELATAN – Sebuah aksi demonstrasi yang melibatkan sejumlah umat Katolik di Papua Selatan kembali menyita perhatian publik. Massa yang mengatasnamakan Kaum Awam Katolik menggelar aksi protes di Papua Selatan pada 17 Mei 2026.

Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, yang dinilai mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Tanah Anim Ha, Papua Selatan.

Melalui orasi yang disampaikan dalam aksi tersebut, para demonstran menegaskan bahwa Keuskupan harus bertanggung jawab atas pernyataan Uskup.
Dalam wawancara dengan awak media, seorang narasumber dengan inisial Cris yang mewakili suara umat Katolik menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan saat ini merupakan aksi ke‑15 yang dilakukan oleh kaum awam.
Dalam pernyataan tegasnya, massa menyampaikan empat tuntutan utama kepada pihak gereja maupun otoritas terkait:
1. Minta klarifikasi segera mengenai pernyataan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Tanah Anim Ha, Papua Selatan.
2. Meminta penggantian Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.
3. Meminta Vatikan, KWI, serta para Uskup di Papua segera melakukan investigasi terhadap dugaan keterlibatan pemimpin hierarki Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurut para demonstran, proyek tersebut dikhawatirkan berdampak besar bagi masyarakat, termasuk risiko ekosida, spiritsida, etnosida, hingga genosida di tanah adat Anim Ha.
4. Umat Katolik Papua masih membutuhkan Uskup Orang Asli Papua (OAP) di tiga keuskupan, yaitu:
– Keuskupan Agung Merauke
– Keuskupan Agats‑Asmat
– Keuskupan Manokwari‑Sorong.
Aksi ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya dinamika internal yang cukup kuat di kalangan umat Katolik di Papua, terutama terkait kebijakan gereja yang dianggap berkaitan erat dengan proyek pembangunan nasional di wilayah tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Keuskupan Agung Merauke maupun instansi terkait atas tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran.
Publik menantikan langkah selanjutnya dari pihak gereja maupun pemerintah dalam merespons aspirasi umat Katolik di Papua yang terus disuarakan melalui aksi-aksi damai.
Pewarta : BIRO








