
Teropong Indonesia News
PROBOLINGGO – Alun-alun Gelora Merdeka Kraksaan yang selama ini menjadi kebanggaan dan ikon utama ruang terbuka hijau di Ibu Kota Kabupaten Probolinggo, kini berubah wajah. Alih-alih bersinar indah menerangi malam, fasilitas estetika berupa logo dan tulisan lampu ikonik “Gelora Merdeka” yang menjadi ciri khas kawasan tersebut justru terpantau padam total dan tertutup kegelapan.
Kondisi memprihatinkan ini menjadi sorotan tajam sekaligus keluhan utama warga maupun pengunjung yang mendatangi alun-alun. Padahal, keberadaan logo bercahaya itu bukan sekadar hiasan, melainkan penanda identitas, daya tarik wisata, dan simbol keindahan wajah kota Kraksaan di kala malam tiba.
Wajah Kota Redup, Nilai Estetis Hilang
Berdasarkan pemantauan langsung Tim Teropong Indonesia News di lokasi dalam beberapa waktu terakhir, area yang seharusnya berkilauan cahaya itu kini tampak suram dan gelap gulita. Kondisi ini sangat kontras dengan antusiasme masyarakat yang tetap memadati kawasan alun-alun untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga berburu foto keindahan kota. Namun, keinginan warga untuk mengabadikan momen di depan ikon kota tersebut kini terhalang oleh kondisi fasilitas yang mati suri.
“Sangat disayangkan sekali, Mas. Gelora Merdeka ini kan wajahnya Kota Kraksaan, identitas kami. Kalau malam minggu atau hari biasa, banyak warga dari luar daerah yang lewat atau sengaja datang ke sini. Nah, kalau lampu logonya mati total begini, kesannya jadi tidak terawat, kumuh, dan pasti mengurangi keindahan alun-alun secara keseluruhan,” ungkap salah seorang pengunjung setempat dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.
Bagi warga, kerlap-kerlip cahaya dari logo tersebut adalah elemen penting yang menghidupkan suasana malam di pusat keramaian. Ketiadaan penerangan pada fasilitas utama ini dinilai telah memangkas nilai estetika dan kenyamanan publik yang seharusnya didapatkan masyarakat.
Warga dan Pedagang Minta DLH Segera Tangani
Tidak hanya pengunjung, keluhan serupa juga disampaikan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdagang di sekeliling alun-alun. Mereka menilai, redupnya wajah kota ini secara tidak langsung juga berdampak pada suasana keramaian. Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo selaku instansi pembina fasilitas publik ini segera turun tangan.
Masyarakat menegaskan bahwa perawatan fasilitas strategis di pusat keramaian seharusnya menjadi prioritas utama dan dilakukan secara berkala. Fasilitas umum yang indah, terang, dan terawat adalah cerminan tata kelola pemerintahan yang baik dan peduli kenyamanan warganya.
“Kami berharap dinas terkait segera mengecek dan memperbaiki. Apakah masalahnya hanya sekadar lampu putus, kerusakan kabel, atau ada kendala teknis lain? Yang penting, wajah kota kami harus kembali bersinar seperti sedia kala,” tambah seorang pedagang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup maupun pemerintah daerah terkait penyebab pasti matinya logo lampu ikonik tersebut. Belum diketahui pula apakah hal ini disebabkan oleh kerusakan teknis sistem kelistrikan, komponen yang sudah usang, atau faktor pengabaian pemeliharaan rutin.
Publik pun kini menanti langkah nyata Pemkab Probolinggo untuk mengembalikan kemegahan dan cahaya identitas Kota Kraksaan yang sempat redup. (BIRO)








