Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
WAY KANAN — Sebuah travo listrik yang berada di Kampung Gunung Labuhan, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Labuhan, dilaporkan terbakar pada Sabtu malam. Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik karena api terlihat menyala disertai percikan listrik dan kepulan asap dari bagian travo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran terjadi pada malam hari saat kondisi sekitar cukup gelap. Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya menjauh dari lokasi karena khawatir terjadi ledakan maupun korsleting yang lebih besar.
Belum diketahui secara pasti penyebab utama terbakarnya travo tersebut. Namun, terdapat beberapa indikasi yang diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran pada gardu listrik itu.
Di antaranya yakni kemungkinan terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting listrik akibat beban listrik yang tinggi, kondisi instalasi yang sudah mengalami penurunan kualitas, hingga faktor cuaca dan gangguan teknis pada jaringan distribusi listrik. Selain itu, percikan api juga dapat dipicu oleh kabel yang mulai aus maupun komponen travo yang mengalami overheat akibat pemakaian berlebih.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara letupan sebelum api membesar dari bagian travo. Tidak lama kemudian, aliran listrik di sekitar lokasi dikabarkan sempat terganggu.
“Awalnya terdengar suara seperti ledakan kecil, lalu muncul api dan asap dari atas travo. Warga langsung keluar rumah karena takut meledak,” ujar salah satu warga sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pasti kebakaran travo tersebut maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan. Petugas terkait diharapkan segera melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan kondisi jaringan listrik tetap aman dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin terhadap infrastruktur kelistrikan, terutama pada gardu dan travo yang berada di dekat permukiman warga demi menjaga keselamatan masyarakat sekitar.
Darwin






