
Teropong Indonesia News
PEWARTA : TOMY/YULI
Jember — Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat mengamankan pasok dan kelayakan hewan kurban menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha.
Langkah ini diambil guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memastikan momentum keagamaan ini mampu menjadi pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa jaminan kesehatan hewan qurban adalah prioritas mutlak.
Pemkab Jember melalui dinas telah menerjunkan tim pemantau ke berbagai pasar hewan dan sentra peternakan di seluruh wilayah kecamatan di Jember.
Masyarakat tidak perlu khawatir saat beribadah qurban. Tim dokter hewan kami terus menyisir lapangan secara berkala untuk memastikan setiap sapi dan kambing yang di perjual belikan memenuhi syarat syariat dan bebas dari penyakit menular, tegas Gus Fawait saat memberikan keterangan pada Senin (26/5/2026).
Pemeriksaan kesehatan hewan menjelang hari raya ini meliputi beberapa aspek krusial. Pertama, sertifikasi kelayakan, yakni pemberian stempel atau surat keterangan sehat pada hewan yang telah lolos uji klinis.
Kedua, pengawasan lalu lintas ternak yang meliputi pengetatan pos pemeriksaan di perbatasan wilayah guna menghalau masuknya hewan sakit dari luar daerah.
Ketiga, dengan menggelar sosialisasi tata cara penyembelihan yang higienis dan sesuai dengan standar kesejahteraan hewan Qurban.
Di balik dimensi spiritualnya, Gus Fawait yang berlatar belakang pendidikan ilmu ekonomi melihat adanya potensi perputaran uang yang masif selama momentum Idul Adha. Efek domino ini diyakini mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat bawah secara langsung, tuturnya.
Bupati menjelaskan bahwa rantai ekonomi yang terpicu tidak hanya berhenti pada peternak besar, melainkan mengalir deras ke berbagai sektor pendukung di pedesaan.
Perputaran modal selama Idul Adha ini luar biasa besar. Transaksi tidak hanya melibatkan peternak dan pembeli. Ada jasa transportasi lokal yang laris, penyedia pakan yang omzetnya naik, perajin pisau, hingga pedagang bumbu dapur dan arang di pasar tradisional yang ikut kecipratan berkah, papar Gus Fawait optimis.
Gus Fawait berharap pendapatan meningkat di sektor-sektor informal ini dapat memperkuat daya beli masyarakat Jember pasca-hari raya. Sinergi antara kepastian kesehatan hewan dan kesiapan ekosistem pasar diharapkan mampu menjadikan Idul Adha di Jember tahun ini sebagai pendorong roda ekonomi daerah yang inklusif.
PEWARTA:TOMY/YULI








