
Teropongindonesianews.com
BAWEAN, Gresik – Pelayanan di Pelabuhan Bawean, Kabupaten Gresik, menuai kritik publik. Fasilitas terminal penyeberangan dilaporkan tidak berfungsi optimal akibat ketiadaan air bersih, yang berdampak langsung pada kenyamanan para pengguna jasa.
Kondisi tersebut membuat fasilitas toilet di area pelabuhan tidak dapat digunakan. Akibatnya, para penumpang yang hendak melakukan perjalanan merasa resah dan kesulitan saat harus memenuhi kebutuhan mendesak, seperti buang air.
Untung, salah seorang penumpang asal Desa Kepoh, Kecamatan Tambak, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih di pelabuhan adalah kebutuhan vital yang harus segera dipenuhi oleh pihak pengelola.
“Fasilitas seperti ini sangat penting, apalagi di pelabuhan. Jika air tidak mengalir, penumpang sangat kesulitan,” ujar Untung kepada awak media.

Terkait permasalahan ini, upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Bawean, Aman Afandi, belum membuahkan hasil. Pesan dan panggilan melalui WhatsApp tidak mendapat respons, dan yang bersangkutan dilaporkan tidak berada di lokasi saat keluhan penumpang muncul.
Di tengah keterbatasan fasilitas tersebut, aktivitas penyeberangan tetap berjalan sesuai jadwal. Rencananya, kapal tujuan Pelabuhan Paciran dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Bawean pada Sabtu malam ini. Mengingat kondisi fasilitas yang belum memadai, para calon penumpang diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum melakukan perjalanan.
Situasi ini memicu sorotan tajam masyarakat terhadap lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pengelolaan fasilitas umum di Pelabuhan Bawean. Warga mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik untuk segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki layanan tersebut. Sebagai akses vital mobilitas warga Bawean, ketersediaan fasilitas yang layak merupakan hak dasar pengguna jasa yang wajib dipenuhi oleh pengelola.
Junaidi








