Teropong Indonesia News
SUMENEP — Pekerjaan pengaspalan jalan di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan setelah tim Media Teropong Indonesia News menemukan sejumlah bagian permukaan aspal yang mulai terkelupas, meski pekerjaan tersebut tergolong baru selesai dikerjakan.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, tim juga tidak menemukan papan atau prasasti informasi proyek di lokasi pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pekerjaan, terutama terkait sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, serta spesifikasi teknis yang digunakan.

Salah satu anggota Media Teropong Indonesia News menduga kerusakan dini pada permukaan jalan berkaitan dengan kualitas pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, pengaspalan diduga tidak dilakukan secara maksimal, terutama pada proses pemadatan lapisan agregat.
“Kalau aspal baru selesai dikerjakan tetapi sudah mudah terkelupas, tentu perlu dipertanyakan kualitas pekerjaannya. Salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa adalah proses pemadatan agregat dan ketebalan atau takaran aspal,” ujarnya.
Ia juga menduga lapisan aspal yang digunakan terlalu tipis sehingga hanya menutup permukaan dan tidak memberikan ikatan yang optimal dengan lapisan di bawahnya. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengukuran lapangan oleh pihak berwenang.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi apabila nantinya hasil pemeriksaan teknis membuktikan terdapat kekurangan volume maupun mutu pekerjaan. Dugaan mengenai upaya memperoleh keuntungan lebih besar juga perlu dibuktikan melalui audit terhadap dokumen anggaran, RAB, volume pekerjaan, serta realisasi di lapangan.
Saat dikonfirmasi terkait tidak adanya prasasti atau papan informasi pekerjaan, Kepala Desa Saroka menyampaikan bahwa prasasti tersebut belum sempat dipasang.
Namun, ketika ditanya mengenai sumber anggaran proyek pengaspalan tersebut, pihak kepala desa belum memberikan penjelasan secara jelas.
Minimnya informasi di lokasi pekerjaan membuat publik kesulitan mengetahui apakah proyek tersebut bersumber dari Dana Desa, bantuan keuangan, APBD, atau sumber anggaran lainnya. Padahal, informasi mengenai penggunaan anggaran publik merupakan bagian penting dari transparansi penyelenggaraan pembangunan.
Tim Media Teropong Indonesia News menyatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut kepada pihak terkait, termasuk **Inspektorat**, untuk meminta pemeriksaan terhadap aspek administrasi, sumber anggaran, volume, mutu, dan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.
Apabila ditemukan adanya penyimpangan, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun aparat pengawasan tidak berhenti pada teguran administratif, tetapi mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Catatan: Dugaan ketidaksesuaian teknis maupun potensi penyimpangan anggaran dalam pemberitaan ini masih merupakan temuan awal dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis serta audit oleh instansi berwenang. Pihak pelaksana pekerjaan dan pemerintah desa tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan. BAMBANG

