Teropongindoneianews.com
BENGKULU UTARA – Turnamen sepak bola Tepian Ratu Cup di Desa Lubuk Tanjung, Kecamatan Air Napal, Bengkulu Utara, berujung ricuh.
Keributan terjadi di laga semifinal antara kesebelasan tuan rumah Lubuk Tanjung versus Pondok Kelapa, Kamis [28/8/2026]. Aksi itu terekam dalam video berdurasi 1 menit 41 detik yang beredar di media sosial.
Turnamen yang digelar Panitia Desa Lubuk Tanjung ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81. Panitia mengundang sejumlah klub dari beberapa desa, bahkan dari luar Kabupaten Bengkulu Utara seperti Kabupaten Bengkulu Tengah.
Tujuan awal turnamen ini adalah untuk menyambung silaturahmi antar pencinta sepak bola dan menjaga regenerasi pemain muda agar tidak terputus.
Sayangnya, semangat sportivitas itu ternodai. Keributan pecah di tengah lapangan yang diduga dipicu pemain tuan rumah.
Sejumlah peserta yang telah gugur beberapa pekan lalu dan warga yang menonton sangat menyayangkan aksi tidak wajar tersebut. Mereka menilai tindakan tuan rumah telah mencederai semangat kebersamaan dan sportivitas.
Saat dikonfirmasi awak media, pihak panitia pelaksana Tepian Ratu Cup membenarkan adanya keributan pada Kamis 28 Agustus 2026 tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Tanjung, Rudi, yang dihubungi awak media melalui sambungan telepon dan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan dan nomornya tidak aktif.
Panitia diharapkan dapat mengevaluasi jalannya turnamen agar insiden serupa tidak terulang. Warga meminta agar turnamen tetap mengedepankan fair play dan persaudaraan, bukan memicu permusuhan antar desa.
Tim Redaksi

