Teropong Indonesia News
SUMSEL – Konfirmasi resmi dari Mabes Polri membuka lembar baru kasus dugaan Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas nama KAS alias E. Jawaban singkat namun berbobot dari penyidik menyisakan banyak pertanyaan sekaligus mengungkap jejak kekayaan yang patut diperiksa.
Tim awak media Teropong Indonesia News meminta kejelasan langsung kepada penyidik terkait status penahanan, lokasi tahanan, keterlibatan pihak lain, hingga aset yang diduga dimiliki tersangka. Dari pertanyaan yang diajukan, diperoleh jawaban tegas,
“Sadat ditahan di Rutan Bareskrim. Untuk keterlibatan keluarga TIDAK ADA. Namun kami MASIH MENGEJAR jaringan di atasnya… untuk aset-aset MASIH KAMI DATAKAN, kami masih koordinasi dengan BPN” Ujar Petugas.
Menurut beberapa Aktivis dan Hartono, salah satu Aktivis dari LSM Teropong berpendapat bahwa Di balik nama tersangka KAS alias E, muncul jejak kekayaan yang mencolok,
Memiliki pom bensin berlokasi di kawasan Mata Merah, Kota Palembang, Memiliki ruko yang dijadikan kantor Nasdem Kota Palembang dan sebuah aset yang berdiri di lokasi strategis dan bernilai tinggi
Fakta bahwa ruko tersebut difungsikan sebagai kantor partai politik menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab, bagaimana asal-usul kepemilikan…? Apakah dibeli dengan hasil yang sah atau justru berasal dari perputaran uang haram…?
Selain itu, Kalimat penyidik “Masih Mengejar Jaringan Di Atasnya” menjadi kalimat yang paling menyisakan tanda tanya besar. Artinya, KAS alias E bukan otak utama, Ada pihak yang lebih tinggi, lebih jauh, yang belum terungkap. Siapa mereka…? Sampai sejauh mana jaringan itu meluas? Apakah menyentuh kepemilikan aset-aset bernilai tinggi lainnya…?
Sementara itu, penegasan tidak ada keterlibatan keluarga memberikan batas sementara pada lingkaran tersangka, namun penyelidikan terhadap aset terus berjalan bersama BPN, Artinya, pom bensin, ruko, dan kemungkinan properti lain sedang ditelusuri asal-usul pembayarannya, apakah bersih atau justru hasil pencucian uang dari peredaran narkotika.
Hal ini justru menjadi Pertanyaan yang Masih Menunggu Jawaban,
Siapa “Jaringan Di Atasnya” yang sedang dikejar Bareskrim…?
​
Benarkah ruko kantor Nasdem Kota Palembang milik tersangka…?, Jika ya, bagaimana asal perolehannya…?
​
Apakah nilai transaksi pencucian uang cukup besar hingga memiliki pom bensin sendiri…?
​
Sampai kapan pendataan aset berlangsung dan apakah akan ada penyitaan…?
Kasus ini baru terbuka sebagian, Tersangka ditahan, namun jejak kekayaan dan jaringan di belakangnya ternyata masih terus diburu, Akan muncul nama-nama lain atau berhenti di sini saja…?, Kita tunggu perkembangannya. Rakyat berhak tahu kemana uang itu mengalir dan siapa yang sebenarnya berada di balik layar.
Irwanto – Wapemred

