Teropong Indonesia news.com
BANYUWANGI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/10/2026), tidak hanya dirayakan dengan seremonial biasa. Di halaman Makoramil 0825/15, acara tasyakuran ini menjadi momentum penguatan komitmen “TNI Kuat Bersama Rakyat” melalui sinergi erat antara Muspika, tokoh masyarakat, hingga elemen pendidikan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Danramil Wongsorejo Kapten Kav. IM Slamet Adi Santoso, Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan, SH, Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud, S.Sos., M.Si., serta jajaran Koramil, Polsek, Kepala Desa ,KUA, Perhutani, dan tokoh agama.
Danramil: Jangan Salah Frame, Kami Hanya Membantu!
Menyoroti peran TNI yang kian terlihat di berbagai sektor non-militer seperti ketahanan pangan dan penanganan kebakaran hutan, Danramil Wongsorejo, Kapten Kav. IM Slamet Adi Santoso, memberikan penjelasan tegas. Ia mengaitkannya dengan Sapta Marga ke-8, yaitu menjadi contoh dan mempelopori usaha mengatasi kesulitan masyarakat.
“Politik kami selaku TNI adalah politik pemerintah. Harga mati! Apapun kebijakan pemerintah, itu yang kami laksanakan. Jangan dilihat negatif kenapa TNI sekarang terlibat di banyak hal. Kami tidak mengambil alih tugas sipil, kami hanya diperintahkan untuk membantu meringankan beban rakyat,” tegas Kapten Slamet.
Ia juga membuka ruang kritik konstruktif bagi warga Wongsorejo. “Jika ada kinerja kami yang kurang pas atau mengganggu, tolong ingatkan dan beri tahu kami. Kami ingin bertugas tanpa benturan, demi kedaulatan negara dan kenyamanan warga,” imbuhnya.
Camat & Kapolsek: Sinergi ‘3 Pilar Plus’ Kunci Pembangunan
Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, menyambut baik semangat kolaborasi ini. Ia mengajak seluruh elemen untuk menyukseskan program Bupati Banyuwangi dan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia yang Asri, Aman, Sehat, Bersih, dan Indah. “Mari kita ‘Tandang Bareng, Megawe Bareng’. Apa yang perlu diperbaiki di Wongsorejo, ayo kita kerjakan bersama,” serunya.
Sementara itu, Kapolsek Wongsorejo, AKP Eko Darmawan, SH, menekankan bahwa kehadiran Polri dalam acara ini adalah bukti soliditas TNI-Polri-Pemerintah (3 Pilar Plus). “Ingat saat pandemi? Kita semua bahu-membahu dari tingkat kecamatan hingga desa. Spirit kebersamaan itulah yang harus kita jaga agar Wongsorejo tetap kondusif dan maju,” pungkasnya.
Melalui deklarasi ini, Wongsorejo menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan negara bukan hanya soal senjata, tetapi juga soal kedekatan hati antara prajurit, aparat sipil, dan rakyat itu sendiri.
(Adi-1)

