Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
PRINGSEWU – Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur di Pekon Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menjadi sorotan dan buah bibir di tengah masyarakat.
Pasalnya, dana BUMDes senilai Rp 65 juta yang sebelumnya dikelola melalui usaha jual beli beras, diduga diambil oleh Direktur BUMDes Maju Makmur berinisial Kus, tanpa sepengetahuan sekretaris dan bendahara BUMDes, Wiji Dede Fitriana.
Berdasarkan informasi dari salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan (sebut saja Mr X), dana tersebut diambil langsung dari masyarakat yang sebelumnya mengelola modal usaha tersebut.
“Dana Rp 65 juta itu diambil oleh Direktur BUMDes Maju Makmur dari masyarakat sudah hampir satu tahun lalu. Sampai sekarang tidak bisa dijelaskan penggunaannya untuk apa. Yang jelas diduga dipakai untuk kepentingan pribadi,” ungkap Mr X kepada media ini, Sabtu (24/10/2026).
Warga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kepala Pekon (kakon) Blitarejo, Prayitno, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Laporan kami sama sekali tidak digubris oleh Kakon. Tidak ada respon. Makanya kami menduga ada keterlibatan Kakon dengan Direktur BUMDes. Kalau tidak terlibat, kenapa tidak ditindaklanjuti?” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Direktur BUMDes Maju Makmur, Kus, belum berhasil. Saat didatangi ke kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
“Pak Kus sedang tidak ada di tempat, beliau sedang di Bandar Lampung,” ujar salah satu anggota keluarga.
Sementara Kepala Pekon Blitarejo, Prayitno, belum memberikan keterangan resmi terkait laporan warga tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP) Kabupaten Pringsewu, guna keberimbangan informasi.
SADEK

