
Oleh Yuliana Bia, siswi SMAK St Ignatius Loyola Labuan Bajo.
Teropongindonesianews.com
Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi.
Budaya Barat yang masuk ke Indonesia melalui berbagai teknologi budaya, dan sosial (dari kebiasaan-kebiasaan) Perkembangan era globalisasi saat ini semakin mengarah pada proses akulturasi budaya terutama pengaruh budaya Barat. Adanyaa kehadiran budaya Barat seakan mendominasi dan menjadi trend bagi masyarakat.
Pola hidup orang Barat akan menjadi cermin modern, kondisi ini selalu mengikis budaya dan kearifan lokal yang merupakan warisan Nusantara.
Juga kita dapat melihat nilai tradisional secara perlahan akan mengalami kepunahan disebabkan tidak mampu bersaing dengan budaya modern dalam bentuk pergaulan masyarakat.
Adapun pengaruh bagi kalangan remaja. Dengan masuknya kebudayaan
Barat ke Indonesia nyatanya memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat
terlebih khusus bagi para remaja.
Dampak positif misanya kreatifitas,
pengembangan ilmu pengetahuan, dan juga bisa dijadikan sebuah bisnis online.
Sedangkan dampak negatif khususnya bagi para kalangan remaja sudah sampai tahap memperhatinkan karena ada kecendrungan para remaja sudah melupakan kebudayaan bangsanya sendiri.
Membudayakan ikut-ikutan atau tatah cara
berpenampilan, mengikuti trend tik-tok, gaya bahasa dalam berbicara, dan mengkonsumsi makanan cepat saji, berbelanja online, selalu bermain game yang akan mempengaruhi volume sel otak sehingga tingkat kecerdasan akan menurun dan kasus heacker serta gaya hidup yang dipengaruhi ole media sosial juga.
Para remaja tidak ingin dikatakan kuno, kampungan jika tidak mengikuti
cara berpakaian dengan ala style Barat karena dinilai modern, dan dikuti
perkembangan zaman.
Secara umum kalangan remaja Indonesia memiliki tingkah ikut-ikutan dan gengsi tanpa selektif sesuai dengan nilai-nilai agama yang dianut dan kebiasaan yang dimiliki. Dan itu semua dominan berasal dari media sosial juga.
Para remaja juga merasa jika kebudayaan di negerinya sendiri terkesan sangat jauh
dari modernisasi.
Editor: Santoso.









