
Teropongindonesianews.com
PRINGSEWU Lampung – ketua kelompok tani (Poktan) Rejo Mukti ,Gapoktan Sejahtera ,pekon Waringin Sari Timur (WST) kecamatan Adiluwih ,kabupaten Pringsewu ,Lampung Imam Safe’i dan Ismail berdasarkan informasi dari berbagai pihak di pekon WST kuat dugaan yang bersangkutan telah menggelapkan bantuan sapi dari Dinas Sosial (Dinsos ) kabupaten Tanggamus tahun 2008 waktu kabupaten Pringsewu belum terbentuk.Sabtu,08/07/2023
Keterangan yang bersangkutan pada media ini yakni Imam Safe’i dan Ismail dikediamannya Imam Safe’i walaupun berbelit Belit kedua orang tersebut akhirnya mengatakan bahwa sapi bantuan tersebut berjumlah 21 ekor saat ini hanya tinggal 8 ekor dan empat ekor ada di luar pekon WST dan sisanya telah di jual serta uangnya disimpan sebanyak Rp 90,000,000,-(sembilan puluh juta rupiah ) hasil penjualan sapi induknya alasan dijual karena tidak ada yang ngurus .
“Kalau sapi bantuan dinas sosial tahun 2008 itu tinggal 8 ekor yang ada di Poktan Rejo Mukti dan 4 ekor sapi lainnya ada di luar pekon WST dan uang hasil penjualan sapi induknya sebesar Rp 90,000,000,-(sembilan puluh juta rupiah)” terang ketua Poktan Rejo Mukti Imam Safe’i ,saat memberikan keterangan kepada wartawan Senin(03/07/2023).
Bahkan ketua Poktan Rejo Mukti Imam Safe’i dan Ismail tersebut sempat meminta bantuan wartawan untuk mengambil sapi di luar pekon WRS tersebut namun setelah di cek ke pekon Waringin Sari Barat yang katanya 1 ekor ,di pekon Toto Karto 1 ekor dan di pekon Enggal Rejo sebanyak 2 ekor tenyata sapi sapi tersebut sudah dikembalikan ke Poktan Rejo Mukti .
“Kalau sapi yang ada disini sudah dikembalikan ke Poktan Rejo Mukti,kami tidak mengurus sapi lagi ‘ ungkap salah satu yang ngurus yang tidak mau disebutkan namanya bahkan sapi di pekon Enggal Rejo sebanyak 2 ekor justru dinyatakan hilang
Adapun sapi bisa keluar dari Poktan Rejo Mukti ,pekon WST menurut ketua dan sekretaris Poktan Rejo Mukti memberikan sapi tersebut berdasarkan rekomendasi dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ketika itu Muktar Efendi yang saat ini sudah purnabakti.
“Sapi bantuan tersebut diberikan ke masyarakat,namun diluar pekon WST atas rekomendasi dari PPL waktu itu Muktar Efendi,kalau bukan rekomendasi dari PPL kami tidak akan berikan keluar pekon WST ” kilahnya .
Adapun mulai terungkapnya dugaan digelapkan nya sapi bantuan pemerintah kabupaten Tanggamus tahun 2008 tersebut karena Poktan Rejo Mukti pada tahun 2021 mengadakan reorganisasi namun dalam reorganisasi itu ada penyerahan aset Poktan Rejo Mukti namun sapinya tidak dimasukin ke aset milik Poktan Rejo Mukti dan sampai saat ini masih dipertahankan oleh pengurus lama
“Kami sampai saat ini tidak menerima aset berupa sapi dari pengurus lama Poktan Rejo Mukti yang semestinya harus diserahkan ke kami ,alasan apa saya sendiri tidak mengerti kenapa tidak diserahkan ke kami sebagai pengurus baru ” ungkap Suwito
Sebenarnya kami ini kata Suwito menunggu itikat baiknya dari pengurus Poktan Rejo Mukti yang lama namun sampai saat belum juga ada pengembalian aset sapi tersebut
“Kami menunggu aset itu dari tahun 2021 sampai saat ini ” katanya .
Terpisah kepala pekon (kapekon ) WST Eny Nurhati saat dikonfirmasi di kediamannya dengan bahasa yang santun mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui terkait bantuan sapi dari pemerintah Tanggamus tahun 2008 yang merupakan aset Poktan Rejo Mukti tersebut ,pekon WST
” Saya belum tahu terkait adanya reorganisasi di Poktan Rejo Mukti dan terkait bantuan sapi yang sudah jadi aset Poktan Rejo Mukti nanti saya akan konfirmasi kepada pengurus Poktan Rejo Mukti ” pungkasnya
Pewarta : Sadek
Publisher : Budhi




