
Teropongindonesianews.com
Di Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure Maumere
Minggu 10 September 2023 adalah hari penuh kebahagiaan bagi umat Paroki Santa Maria Madalena Nangahure Keuskupan Maumere. Kebahagiaan itu dinyatakan dengan penuh sukacita dan rasa syukur mendalam atas rahmat imamat yang dikaruniakan selama 25 tahun kepada kedua pastor paroki mereka. Ungkapan sukacita dan kebahagiaan itu dirayakan dengan penuh syukur dan dipersembahkan dalam Perayaan Misa Syukur 25 Tahun Imamat kedua pastor paroki, P. Wilhelmus Lae, CP dan P. Paulus Menge, CP. dan dilanjutkan dengan resepsi bersama di Aula Paroki yang didahului dengan pemotongan kue dan tumpeng. “Ini adalah kebahagiaan dan perayaan umat paroki selain merupakan ucapan syukur bersama kedua pastor paroki kami. Pater Wilhelmus Lae, CP telah lama mengabdi di paroki ini kurang lebih 10 tahun, demikian juga Pater Paulus Menge, CP. Mereka berdua telah mendedikasihkan dan membaktikan seluruh hidupnya bagi kepentingan paroki, kepentingan umat di Paroki ini. Berbagai program kegiatan pastoral paroki berjalan dengan baik terutama Program Dana Paroki Mandiri yang diinisiasi oleh P. Wilem, CP dan hingga hari ini telah mencapai 2 miliyar lebih. Begitu juga berbagai program pembangunan fisik gereja atau sarana prasarana lainnya telah dan sedang dikerjakan bersama umat. Karena itu tidak salah jika kami merayakan dan bersyukur bersama mereka berdua”, demikian Pak Stefanus Keban, salah satu pengurus DPP paroki yang bisa disapa “Opa”.

Perayaan misa syukur tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu. Sebelum memasuki gereja paroki dan memulai perayaan misa, kedua Yubilaris, bapak Uskup dan para imam yang hadir dijemput dengan tarian khas Sikka, Hegong. Belasan imam hadiri perayaan tersebut, baik imam diosesan maupun imam dari beberapa kongregasi. Tampak begitu banyak umat paroki mengiringi acara penjemputan kedua yubilaris, bapak Uskup dan para imam konselebran yang menghadiri perayaan misa syukur tersebut. Mereka datang dari berbagai stasi (4 stasi) selain dari pusat paroki untuk merayakan syukuran imamat 25 tahun kedua pastor parokinya. Antusiasme umat tersebut menyebabkan terbatasnya daya tampung gereja pusat paroki sehingga banyak umat yang harus mengikuti perayaan dari kedua sayap gereja, teras gereja bahkan di bawah tenda yang disiapkan panitia di halaman gereja. “Hari ini kami mau misa di pusat paroki walaupun di stasi ada pelayanan misa. Kami mau bersyukur bersama kedua pastor paroki kami yang merayakan perak imamat mereka. Mereka berdua sudah mengabdi cukup lama di paroki ini. Ini bentuk dukungan doa dari kami umat”, demikian salah satu umat paroki ketika diwawancarai.
Pada kata pengantarnya, bapak uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, menyampaikan bahwa dalam suasana gembira dan penuh sukacita kita bersyukur kepada Tuhan atas kebaikan dan kasih setia-Nya menyertai para imam hingga boleh merayakan perak imamat mereka. Bersama para yubilaris kita bersyukur atas kasih setia Tuhan itu dan memohon pengampunan dari-Nya atas segala kekurangan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan agar kita dilayakan-Nya merayakan misa syukur tersebut.

P. Antonius Janga, CP yang dipercayakan kedua yubilaris sejak awal kotbahnya menegaskan bahwa seorang imam baru bisa menjadi imam umat kalau menjadi sungguh-sungguh imam Allah. Karena itu menurutnya, imam menjadi sempurna karena berjalan bersama-sama dengan umat dan Allah.
Dalam sambutannya, Bapak Uskup Maumere menegaskan bahwa bahwa rahmat imamat itu sudah menjadi berkat bagi banyak orang. Ia menggarisbawahi bahwa sebagai imam hanya dapat menjadi penyalur cinta kasih Allah bila pertama-tama menerima dan mensyukuri rahmat Tuhan yang tercurah dalam kerapuhan dan kelemahan, juga dalam pengalaman bahagia dan sukacita. Penerimaan dan pengelolaan pengalaman hidup apapun bentuknya harus dibawa ke dalam hati Yesus yang rahim dan berbelas kasih.
Bapak Uskup mengapresiasi umat paroki yang begitu mencintai rahmat imamat para imam, terutama rahmat imamat yang dikaruniakan kepada kedua pastor paroki. Juga mengapresiasi untuk perayaan ekaristi syukuran tersebut. Menurutnya, liturginya bagus, seluruh umat begitu gembira merayakan. Karena itu beliau menaruh harapan, semoga hal tersebut menjadi sebuah pengalaman iman yang menggembirakan dan membuat para imam tetap menjadi imam terutama bagi kedua yubilaris. Bapak uskup juga mengucapkan terima kasih untuk homili P. Toni Janga, CP. Homili yang menurutnya bernuansa konferensi untuk para imam. Pada akhir sambutannya, Bapak uskup berharap hendaknya para imam menjadi imam untuk umat bukan imam untuk keluarga.

Sementara kedua Yubilaris dalam sambutan mereka mengatakan bahwa sesungguhnya keduanya tidak pernah membayangkan bahwa syukuran perak imamat mereka dirayakan semeriah atau dipestakan oleh umat. “Sesungguhnya saya tidak menginginkan terjadi seperti ini. Saya bertanya kepada beberapa tokoh umat yang datang bertemu saya. Apakah ini penting? Dan ternyata kepanitiaan sudah terbentuk dan pertemuan koordinasi sudah empat kali dilakukan. Saya akhirnya berpikir bahwa baik juga sesekali menyenangkan umat. Hanya saya meminta satu hal yaitu tidak boleh meminta uang dari umat, tidak boleh bebankan umat. Mereka boleh rayakan, tapi makan apa adanya dan dibawa dari rumah masing-masing lalu makan bersama-sama di Aula Paroki”, demikian P. Wilhelmus Lae, dalam sambutannya.
Sementara P. Paulus Menge, CP menjelaskan sesungguhnya dia sudah merayakannya secara sederhana di tahun lalu. “Saya tidak pernah menyangka antusiasme umat melakukan ini semua. Saya terjebak dalam keinginan umat. Tapi saya percaya, ini terjadi karena ketulusan dan kecintaan umat yang luar biasa. Kami tentu berterima kasih untuk segala cinta yang tulus dari umat. Kami tidak menyesal menjadi imam”, demikian Pater Polce, CP.

Sementara ketua Panitia, Pak Marselinus Mau dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan syukuran 25 tahun imamat dirayakan umat oleh karena mereka tahu bahwa sebagian besar perjalanan imamat kedua pastor paroki terutama Pater Willem, CP adalah di Paroki Nangahure. “Pater Wilem, CP demikian juga Pater Polce, CP sudah kurang lebih 10 tahun membaktikan seluruh hidup dan panggilannya untuk paroki ini. Karena itu perayaan atau pesta ini adalah perayaan/pesta umat. Umat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mereka kepada pastor parokinya dengan mempersembahkan misa syukur perak imamat 25 tahun dan resepsi sederhana. Untuk konsumsi umat, semuanya disiapkan oleh umat sendiri dari masing-masing lingkungan lalu dikumpulkan dan makan bersama-sama di Aula Paroki”, demikian Pak Marsel juga adalah ASN yang bekerja di Rumah Kolababong Kabupaten Sikka.
Chant








