
Teropongindonesianews.com
Suatu hari,saya berbincang dengan dan adik saya,Mereka bertanya untuk apa sampeyan capek-capek ikut pilkada dan ingin jadi bupati,Bukankah selama ini sampeyan sudah banyak membantu masyarakat sekitar?
Saya saat itu menjawab,itu semua tidak cukup,
Sebanyak apapun harta yang saya punya,tidak akan bisa menyelesaikan persoalan kesejahteraan mereka yang tak beruntung,Hanya dengan kewenangan sebagai kepala daerah,saya bisa berbuat banyak untuk mereka.
Dan itulah yang selama 3,5 tahun ini saya ikhtiarkan bersama Gus Firjaun,
Selama kebijakan dan pembangunan kami arahkan untuk memenuhi hak rakyat Jember.
Kebahagian terbesar kami saat ibu SENIMA pengusaha kerupuk di Baratan,bisa berjualan dengan tenang dan maju usahanya.
Kami bersyukur Ibu RISMA KAMALIA dan Para GTT-PTT lainya bisa mengajar dengan tenang,Karena telah menerima SK dari Bupati Sehingga bisa mendapatkan hak-hak sebagai tenaga pendidikan.
Kami terharu berjumpa Pak KAHIR di Desa SumberSalak,Kecamatan Ledokombo yang selama bertahun-tahun rumahnya rusak,pada akhirnya bisa diperbaiki dan layak untuk dihuni,Lega hati ini,mendengar kabar,putri sulung Pak UNTUNG SUNARDI yang sakit AKHIRNYA dirawat baik dengan program Kesehatan Gratis J-Pasti Keren di Rumah Sakit dr,Subandi.
Sesungguhnya jabatan Bupati dan Wakil Bupati hanya STATUS.
Karena hakikatnya kami adalah pelayan rakyat.Maka semua kabar baik dari rakyat,doa mereka panjatkan,dan harapan besar rakyat kepada kami,Memberikan kekuatan untuk berjuang Melanjutkan semua hal baik itu SATU PERIODE LAGI.
Ayo,Rakyat Jember Kita Berdoa Tanpa Jeda KITA MENANG Pilkada,Semua Demi Rakyat.
Wes Wayahe Kita Lanjutkan Membangun Jember.
Tanggal 27 November Coblos Nomor Satu






