
Teropongindonesianews.com
Banyuwangi – Mulai awal Oktober 2024, pembelian BBM jenis Pertalite untuk kendaraan roda empat di Banyuwangi wajib menggunakan pemindai barcode atau QR code MyPertamina. Kebijakan ini telah diterapkan di sejumlah SPBU di wilayah tersebut.
Pantauan Media Teropong Indonesia News.com di SPBU Jalan Raya Situbondo Alasrejo Wongsorejo Banyuwangi pada Selasa, 29 Oktober 2024, menunjukkan bahwa para pengendara roda empat diwajibkan menunjukkan barcode MyPertamina sebelum mengisi BBM.
Pendaftaran akun MyPertamina sebelumnya telah disosialisasikan sejak tahun 2022 melalui website subsiditepat.mypertamina.id. Meskipun terdapat sedikit antrean, sebagian besar pengendara telah memahami persyaratan pembelian BBM bersubsidi dan dengan mudah menunjukkan bukti barcode.
Menurut Agus, Pengawas SPBU Alasrejo milik Mahayasa Group, banyak pengendara yang telah terdaftar sebelumnya diminta untuk melakukan pendaftaran baru karena persyaratan tambahan yang harus dipenuhi.

Pertamina telah menugaskan tim di SPBU untuk membantu menghapus data lama dan melakukan pendaftaran baru. Agus menjelaskan, “Kebanyakan pengendara sudah ada yang melakukan pendaftaran di aplikasi. Tapi karena ada persyaratan lainnya, data tersebut harus dihapus terlebih dahulu dan kemudian dilakukan pendaftaran baru di aplikasi yang sama.”
Proses penghapusan data pelanggan lama melibatkan pengiriman formulir penghapusan data oleh SPBU, yang kemudian diverifikasi oleh Pertamina dan akan diterbitkan data baru. “Untuk proses pergantiannya tidak lama. Dalam satu hari juga selesai,” terang Agus.
Agus juga mengingatkan masyarakat untuk menyimpan data akun MyPertamina dengan baik agar mudah digunakan saat mengisi BBM bersubsidi. “Kalau sudah ada data pengguna, hanya tinggal memastikan barcode yang ada tetap tersimpan agar mudah digunakan saat pengisian BBM,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang belum mendaftar, SPBU masih membuka layanan pendaftaran dengan membawa STNK dan foto mobil yang digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi.
Kurniadi/BWI







