Skip to content
April 22, 2026
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
BackgroundEraser_20250402_172203769

Menyingkap Tabir, Mengungkap Fakta, Aktual dan Terpercaya

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
Live
  • Home
  • 2025
  • Februari
  • 7
  • Mosa Su Soda – Daki Penggi Seki : Sebuah Perspektif Tentang Pemimpin Terpilih
  • Edisi Spesial
  • Opini

Mosa Su Soda – Daki Penggi Seki : Sebuah Perspektif Tentang Pemimpin Terpilih

Redaksi Teropong Indonesia News Februari 7, 2025 8 minutes read
IMG-20250207-WA0124

(Memaknai Pelantikan Kepala Daerah 2025)

Oleh : Dionisius Ngeta, S. Fil.
Asal Nagekeo, Tinggal di Maumere

Masyarkat Nagekeo atau masyarakat Indonesia pada umumnya segera memiliki dan dipimpin oleh kepala daerah terpilih baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Tentang pemimpin terpilih dan kepemimpinan, masyarakat Nagekeo mengenal filosofi sosial-budaya ini: “Mosa su soda-daki penggi seki”. Sebuah perspektif sosial budaya dan kearifan lokal yang mengingatkan para pemimpin terpilih akan esensi dan eksistensinya.

Para kepala daerah menempati jabatan terhormat dan memiliki kekuasaan, hak dan wewenang karena terpilih dari masyarakat, dipasangkan oleh masyarakat dan diperuntukan sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat. Masyarakat adalah tuan atas kedaulatan dan pemilik atas mandat dan kepercayaan yang dipasangkan atau diberikan kepadanya. Pemilik dan pemberi (masyarakat) berhak mendapatkan kemanfaatan yang sebesar-besarnya dari sebuah kepemimpinan (leadership) dan pelayanan terbaik dari pemimpinnya.

Secara harafia “mosa” bisa berarti jantan, besar, luhur, gemuk dan makmur (bahasa Nagekeo). Kata “mosa” bila dipasangkan dengan kata “daki/laki” menjadi kata majemuk “mosa-daki/laki” menghasilkan makna/pengertian baru seperti kepala sebuah komunitas sosial/suku tertentu, pemimpin di sebuah wilayah komunitas adat atau tanah ulayat. Atau tokoh yang dituakan dan mendapatkan mandat dan kepercayaan masyarakat sehingga dia memiliki jabatan, kekuasaan atau wewenang tertentu.

Sedangkan “su soda/su sola” dan “penggi seki” adalah kata majemuk yang memiliki kemiripan pengertian. “Su” artinya sorongkan, sisipkan atau selipkan dengan sesuatu. “Soda atau sola” artinya gagang, pemegang. “Su soda/su sola” berarti dipasang atau disisipkan dengan sesuatu agar bisa dijadikan pegangan sehingga dapat difungsikan, dimanfaatkan dengan baik. Misalnya “Su sola/soda tambi”: dipasang dengan gagang agar isi pacul bisa difungsikan atau “su sola/soda tumba”: dipasangkan dengan gagang agar isi tombak bisa berfungsi dengan baik sebagai pegangan.

“Penggi” artinya pasang atau sematkan dan “seki” artinya gagang, pemegang, misalnya, “penggi seki topo”: parang dipasang dengan gagangnya agar bisa digunakan dengan baik. Jadi “penggi seki” artinya dipasang dengan sesuatu agar bisa dijadikan pegangan dan berfungsi dengan baik.

Dalam konteks pemimpin atau kepemimpinan “mosa su soda – daki penggi seki” memiliki filosofi tersendiri dalam pemahaman masyarakat Nagekeo. Bahwa yang terpilih dan dilantik sebagai kepala daerah adalah mereka yang dipasangkan, disematkan dengan mandat atau yang dipercayakan untuk memegang dan melaksanakan mandat masyarakat dengan sebaik mungkin dan sebagaimana mestinya.

Masyarakat memasang mandat dan menaruh atau sisipkan kepercayaannya itu karena berkeyakinan bahwa yang dipasangkan itu memiliki kehormatan (integritas moral) dan kemampuan-kemampuan lainnya (kapasitas) untuk melaksanakan mandat sebagai pemimpin sebagaimana mestinya.

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa jabatan, kekuasaan, wewenang yang dipegang atau dimiliki sebagai akibat dari kepercayaan masyarakat adalah sebuah jabatan, kekuasaan dan wewenang yang terberi. Artinya yang dipasangkan atau diberikan (mosa su soda–daki penggi seki) oleh masyarakat. Yang memasang (pemasang) atau yang memberi (pemberi) (su soda-penggi seki) adalah masyarakat itu sendidri.

Dengan demikian masyarakat adalah pemilik (sola/soda atau seki) atas mandat dan kepercayaan yang diberikan itu. Pemberian yang dianalogikan atau disimbolkan dengan “soda/sola/seki” adalah sebuah kehormatan dan kepercayaan masyarakat yang membuat penerima menjadi orang yang dihormati/terhormat (mosa daki), memiliki, tanggung jawab, wewenang dan kekuasaan.

“Su sola” dan “penggi seki” bukan sebuah pemberian biasa. Tapi sebuah kehormatan dan kepercayaan masyarakat agar mandat yang diberikan dapat dilaksanakan sesuai dengan peran, tugas, kuasa, kewenangan dan tanggung jawabnya. Kewenangan dan kekuasaan yang dipasangkan atau dimandatkan itu harus dimanfaatkan dan bermanfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat (pemberi/pemilik).

Karena itu kesadaran etis-moral akan esensi dan eksistensinya sebagai pribadi terhormat dan terpercaya yang diberi mandat adalah keniscayaan. Tanggung jawab moral untuk menjalankan mandat dan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik-baikknya dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat merupakan kewajiban moral seorang penerima.

Pemegang, pemilik, tuan atas mandat dan kepercayaan mestinya mendapatkan pelayanan terbaik dari pelaksana. Wewenang dan kekuasaan yang diberikan atau dipercayakan harus bisa digunakan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan pemberi, pemilik, yang “su soda/sola” dan “penggi seki” yakni masyarakat itu sendiri.

Pemimpin terpilih itu bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa jika masyarakat tidak memasang (su soda-penggi seki) atau tidak memberikan kepercayaan atau mempercayakan mandat itu. Ia tidak memiliki kewenangan dan kekuasaan apa-apa atas jabatannya jika masyarakat tidak mempercayakannya. Jadi eksistensi seorang kepala daerah terpilih adalah sebuah eksistensi terberi (mosa su soda-daki penggi seki) atau dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Penerima Mandat dengan Predikat “Mosa Ngai Dewa” (Pemimpin Visioner)

Untuk seorang pemimpin (kepala daerah) atau tokoh yang memiliki kualifikasi kemampuan intelektual yang luas dan visioner, masyarakat Nagekeo menyebutnya “mosa ngai dewa”. Tokoh atau pemimpin dengan karakter kepemimpinan ini selalu memiliki jejaringan dan wawasan yang luas dan lengkap. Ia memiliki kemampuan mengidentifikasi dan memetahkan persoalan daerah serta menganalisis akar permasalahannya, lalu bekerja keras dan kerja barengan (jaringan luas) dengan strategi-strategi jitu dalam penanganannya.

Jika demikian masyarakat Nagekeo tidak hanya menamainya “mosa ngai dewa” tapi juga “daki kemo kapa”. Mosa ngai dewa-daki kemo kapa adalah pemimpin/kepala daerah yang selalu memiliki kerangka pikir, kerangka nilai yang berorientasi pada kedaulatan dan kepentingan rakyat. Dia adalah seorang yang tangguh, pekerja keras, mengerahkan seluruh energi, kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri dan sumber daya daerahnya bagi tercapainya kemandirian daerah dan kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya.

Kemampuan intelektual yang baik dibarengi dengan jejaringan yang luas dan kerja keras, kerja cerdas dan kerja cepat akan mampu mewujudkan mimpi-mimpi besar yang terukur, terarah dan membumi yang telah diampilifikasi (terjanji) ke tengah publik. Ia akan dengan mudah merumuskan mimpi-mimpi besar itu ke dalam suatu visi dan misi yang jelas sebagai target yang harus dicapai dan dengan kekuatan jiwa-raga mewujudkan visi-misi itu dalam bentuk program dan kegiatan-kegiatan atau kerja-kerja kongkrit bagi peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakatnya (mosa ngai dewa-daki kemo kapa).

Pemimpin dan kepemimpinan dengan karakter dan kualifikasi ini juga selalu ada peluang, ada harapan, ada optimisme dan selalu ada solusi di tengah ketidakpastian dan kesulitan masyarakat. Artinya dia (kepala daerah) selalu hadir memberi harapan dan solusi di tengah tantangan yang dihadapi daerah dan masyarakatnya. Bersama jajarannya, ia bekerja keras mengatasi permasalahan dan tantangan seperti kemiskinan, perdagangan orang, ketidakadilan, penyelundupan, perjudian, mafia, pelayanan publik yang belum maksimal, infrastruktur yang belum memadai, KKN dan sebagainya.

Dan lebih dari itu, ia konsisten dan komit serta memiliki ketegasan sikap dalam penegakan kebenaran dan keadilan, pemberantasan praktek-praktek kejahatan seperti perjudian yang kian marak, perdagangan manusia, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Ia tidak akan pernah kompromi dan toleransi dengan kejahatan yang dilakukan oleh bawahan. Jika demikian, maka dia bukan saja “mosa ngai dewa – daki kemo kapa” tapi juga “Mosa ngai dewa – daki wiwi jewa”.

Penerima Mandat dengan Predikat “Daki Ngai-Rende Bhala” (Pemimpin Berintegritas)

Masyarakat Nagekeo menyebut tokoh atau pemimpin berintegritas dalam kepemimpinannya dengan sebutan “mosa ngai ria – daki rende bhala”. Dia adalah tokoh, pemimpin dengan moralitas dan ahklak baik, berhati putih dan berpikiran positif, berperilaku adil dan jujur serta setia pada hal-hal baik dan pada masyarakatnya. Ia akan selalu menempatkan kepentingan rakyat, keadilan, kebenaran, kejujuran, hukum dan aturan di atas segala-galanya demi kebaikan bersama (bonum commune).

Pemimpin dan kepemiminan dengan predikat “mosa ngai dewa-daki rende bhala” selau jauh dari karakter dan perilaku yang merendahkan martabatnya sebagai manusia dan pemimpin dalam melaksanakan mandat dan kepercayaan masyarakat. Ia tidak akan berkolusi dan toleransi dengan hal-hal atau praktek-praktek kejahatan dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Tentu masyarakat umumnya menaruh harapan besar memiliki pemimpin, kepala daerah yang baru dengan karakter dan predikat “mosa ngai dewa – daki rende bhala” alias pemimpin berkapasitas dan berintegritas yang visioner, dengan perencanaan dan terobosan besar dan jangka panjang, terukur dan membumi serta tangguh bekerja keras bagi kepentingan rakyatnya.

Ketokohannya di tengah masyarakat harus bisa menjadi “mosa nggengge mere-daki danggo dewa”, yaitu pemimpin dengan karakter mengayomi dan melayani tanpa memperalat masyarakat untuk kepentingan partai atau memperkaya diri (mosa kasa kapa-daki engge mere). Ia harus bisa mempersatukan yang sebelumnya berbeda pilihan politik. Bukan adu domba dan pemecah belah yang memperluas dan mempertajam konflik (mosa mbia mbapi-daki tusu rogi).

Kehadiran dan keberadaan seorang pemimpin, kepala daerah terpilih mesti bisa meyakinkan masyarakat bahwa ia adalah “mosa ngai sia, daki rende ri’a” (tokoh pemberi jalan pada kebuntuan/tantangan dan mendatangkan solusi pada persoalan masyarakat), selain “mosa paka – daki songga, mosa nua-daki oda” (tokoh berpengaruh-pekerja keras, terhormat, beradab dan menjadi panutan komunitas/masyarakat).

Visi-misi, terciptanya kemandirian, percepatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat dari waktu ke waktu dihasilkan dari pemimpin yang selalu berkeringat (kerja keras) dan berkerut dahi (berpikir keras) melakukan terobosan, penuh optimisme, berpikir panjang, berakhlak mulia dan bercita-cita besar dengan spirit gotong royong dan kerja sama (jejaringan) untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks kehidupan bernegara, filosofi politik dan demokrasi di atas sebenarnya menggambarkan bahwa pertama, politik dan demokrasi hanyalah alat untuk mencapai tujuan bernegara. Kedua, bahwa para pemimpin terpilih adalah pelayan kepercayaan yang dipasangkan masyarakat agar bersama mereka bekerja keras mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan bernegara yakni mencapai masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

Karena itu tanggungjawab moral seorang pemimpin, kepala daerah terpilih adalah memungkinkan daerahnya terus berkembang dan rakyatnya sejahtera, adil, makmur dari waktu ke waktu. Dia harus memastikan bahwa pemerintahan dan jajarannya sungguh-sungguh bekerja untuk memungkinkan politik dan demokrasi lebih beradab dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat dari masa ke masa.

About The Author

Redaksi Teropong Indonesia News

TEROPONG INDONESIA NEWS DI DIRIKAN SEJAK TANGGAL 22 DESEMBER 2020 oleh Wahyu dan Haji Darmo di bawah Naungan PT Teropong Multi Media,
( Call Redaksi : 082323884880 )

See author's posts

Post navigation

Previous: KPU Bondowoso Tetapkan Pasangan RAHMAD Sebagai Calon Terpilih Pilkada 2024
Next: Iwan Efendi Terpilih Sebagai Ketua APRI 2025 – 2030

Related Stories

IMG-20260420-WA0434_copy_475x316
  • Edisi Spesial

Terkuak!!! Trijono Soegandhi Diduga Putarbalikkan Fakta Transaksi HGU yang Sudah Lunas

Redaksi Teropong Indonesia News April 20, 2026
IMG-20260416-WA0254_copy_386x515
  • Edisi Spesial

Perencanaan Mutu: Kunci Utama Jaga dan Tingkatkan Kualitas Lulusan SMA/MA

Redaksi Teropong Indonesia News April 17, 2026
IMG-20260411-WA0261_copy_753x1003
  • Opini

Ott Di Kab. Tulungagung : Negara Tidak Boleh Diam, Publik Berhak Tahu Sekarang Juga

Redaksi Teropong Indonesia News April 11, 2026

PEMERINTAH KOTA PADANG SIDIMPUAN

IMG-20250908-WA0139

BUTIK INDHIRA GIANYAR BALI BERKELAS DUNIA

20241231_114526_copy_1280x1280

Perusahaan Rokok SAE-22/SAE-FA

IMG_20250118_003129

JASA PENGIRIMAN PAKET & DOKUMEN KE NUSANTARA DAN LUAR NEGERI

IMG_20250816_210313_copy_720x544

GUEST HOUSE JEMBER

20260308_204752_copy_1280x1280
Guest House Jember
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
Februari 2025
SSRKJSM
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728 
« Jan   Mar »

KETUA PKDI BONDOWOSO

IMG_20260112_075243

Arsip

MENEBAR KEBAJIKAN DENGAN SEDEKAH PADA ANAK YATIM

IMG_20250227_104516

PHONE PEMRED

WA - 082323884880
WA & Celluler - 085236384228

Usamah Abdat, SE – DEWAN REDAKSI

IMG-20250817-WA0274

KH Shobirin Al Faqih Bondowoso Jatim

IMG_20250812_234314
Keluarga Besar BSBK Bondowoso Jatim

You may have missed

IMG-20260422-WA0215_copy_781x439
  • Hukum / Kriminal

Komplotan Spesialis Pencurian di Pura Dibongkar, Polsek Denpasar Selatan Amankan Tujuh Pelaku

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260422-WA0021
  • Desa

Pemerintah Desa Talang Jarang Salurkan BLT-DD Triwulan I dan Bagikan Honor Lembaga Desa

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260422-WA0019
  • Uncategorized

Polres Gresik Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diamankan

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
IMG-20260422-WA0018
  • Uncategorized

Wakapolri Resmikan Jembatan Perintis “Dhira Brata” Wujud Instruksi Presiden Prabowo

Redaksi Teropong Indonesia News April 22, 2026
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
PEMIMPIN REDAKSI - WAHYU - 082323884880 | MoreNews by AF themes.