
Teropongindonesianews.com
Bajawa, Ngada –Terdapat kesalahan informasi dalam pemberitaan sebelumnya terkait 15 orang guru SMK Sanjaya Bajawa yang terancam dipecat karena mengikuti tes CPNS 2024.
Setelah dilakukan klarifikasi dan mediasi, terungkap bahwa sebenarnya hanya 12 orang guru SMK Sanjaya Bajawa yang mengikuti tes CPNS dan terancam dipecat, Sementara itu,tiga orang lainnya yang diklaim sebagai guru merupakan tenaga kependidikan (pegawai tata usaha).
Atas nama seluruh yang terlibat, baik 12 guru maupun 3 tenaga kependidikan,kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yayasan, sekolah, dan seluruh pihak yang merasa dirugikan akibat kesalahan informasi ini.
Sergius Waso Nono, salah satu guru yang terlibat, menjelaskan, “Pada saat wawancara dengan media sebelumnya, kami terbawa perasaan sehingga informasi yang disampaikan tidak akurat. Kami akui kesalahan kami dalam menyampaikan informasi yang tidak lengkap.”Ungkapnya
Ibu Marsyn, salah satu tenaga kependidikan, juga menyampaikan permohonan maafnya, “Kami bertiga memohon maaf kepada pihak yayasan dan sekolah atas pelanggaran etis yang telah kami lakukan dan atas kekeliruan informasi bahwa kami adalah tenaga pendidik. Kami seharusnya segera mengklarifikasi status kami sebagai tenaga kependidikan.”Pungkasnya
Atas klarifikasi ini, dapat dipastikan bahwa 12 orang guru dan 3 orang tenaga kependidikan SMK Sanjaya Bajawa telah mengikuti tes CPNS 2024.
Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang simpang siur sebelumnya dan memohon agar semua pihak dapat memahami kesalahannya. Kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan akurat dalam menyampaikan informasi di masa mendatang.
REDAKSI








