
Teropongindonesianews.com
Pesawaran, Lampung – Menjelang pemilihan suara ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada bulan Mei mendatang, situasi politik di Bumi Andan Jejama sedikit memanas.
Beredarnya beberapa video di grup WhatsApp yang mengajak aksi damai pada Senin, 17 Maret 2024, memicu kekhawatiran. Menanggapi situasi ini, Aris Mahyudin, Sekretaris Desa Pekondoh, Kecamatan Waylima, menghimbau warganya untuk bersikap bijak dan tidak ikut-ikutan dalam unjuk rasa.
Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar, Aris mengingatkan warganya untuk tidak terprovokasi oleh berita hoaks yang beredar. Ia menekankan pentingnya bijak dalam menyikapi situasi politik saat ini dan menghindari aksi yang dapat merugikan diri sendiri.
“Dalam rangka akan diadakannya PSU, saya, Sekretaris Desa Pekondoh, Aris Mahyudin, menghimbau kepada masyarakat agar tidak ikut-ikutan pada saat unjuk rasa di situasi menjelang pemilihan ulang ini dan tidak terprovokasi atas berita hoaks yang dapat merugikan diri sendiri,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Pekondoh melalui pesan singkat. Ia menegaskan bahwa himbauan tersebut merupakan saran dari Babinkamtibmas untuk menjaga kondusivitas menjelang PSU.
“Terkait PSU ini, kami hanya sekedar menghimbau kepada masyarakat atas saran juga dari Babinkamtibmas untuk menjaga kondusifitas menjelang PSU ini,” ungkapnya singkat.
Semoga himbauan ini dapat diindahkan oleh warga Desa Pekondoh dan menjaga situasi tetap kondusif selama proses PSU berlangsung.
Bang Ain








