
Teropongindonesianews com.
Maumere – Hampir semua bidang kehidupan mengalami perkembangan yang sangat pesat, setiap orang sibuk dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup jasmani, Kebutuhan jasmani menjadi kebutuhan paling pokok dan menjadi prioritas utama, sedangkan kebutuhan rohani menjadi kelas dua.

Keterlibatan ibu-ibu dan anak-anak lebih terasa dalam kegiatan rohani dari pada kaum laki-laki, hal ini berdasarkan hasil sinode keuskupan Maumere menunjukkan bahwa sebagian besar kaum-bapak-bapak tidak aktif dalam kegiatan rohani seperti doa dan kegiatan -kegiatan rohani lainnya, Ini menjadi keprihatian kita bersama baik bagi para awam dan juga para hirarki.

Komunitas Bapa-Bapa santo Yohanes Bloro adalah salah satu kelompok kategorial yang berada dalam wilayah Gereja Paroki Sanctissisma Trinitas Bloro-Keuskupan Maumere. Komunitas ini beranggota semua kaum adam atau laki-laki, baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih jomblo.
Kehadiran komuntas ini untuk menjawabi keprihatian Gereja Paroki maupun gereja Keuskupan Maumere.
“Komuntas Kami beranggotakan 34 orang, melakukan kegiatan rohani dan kegiatan sosial seperti setiap hari selasa malam melaksanakan doa bersama; doa rosario, ibadat sabda , baca kitab suci ,sharing kitab suci, ziarah bersama. Selain itu kami juga melaksanakan kegiatan arisan uang dan semen. Uang arisan untuk dipergunakan pembayaran iuran paroki dan uang pembangunan gereja dan aula paroki. Sedangkan arisan semen untuk pembangunan rumah. Kami juga melaksanakan kegiatan sosial seperti bakti sosial kompleks paroki dan membantu pembangunan gereja,” Ujar Agus Badjo selaku Ketua Komunitas Bapa-Bapa St,Yohanes Bloro Kepada awak media.
Alumni STFK /IFTK Ledalero ini menambahkan anggota komunitas ini memiliki profesi yang beranekaragam mulai dari tukang ojen sebagai aparatur sipil negara . Prinsip kami saling membantu di antara kami sesuai dengan prinsip apa yang ada pada kami,kami bantu.
Dari prinsip ini kami sangat terbantu, uang kas yang diperoleh lewat kolekte dan uang sumbangan dari hasil arisan, diberikan pinjaman darurat kepada anggota yang membutuhkan. Kas kami masih kecil tapi kami yakin uang akan bertambah.
Uang beredar di setiap anggota dengan bunga kecil, Di masa pra Paskah tahun ini kami bersepakat untuk melakukan puasa seperti tidak merokok dan tidak minum alcohol serta menyisihkan uang sedikit untuk membantu sesama kami yang membutuhkan dan Dari hasil pengumpulan uang kami mengunjungi para suster dan memberikan sumbangan dan doa bersama di Biara Susteran Salsean Bloro, (Selasa, 1/4/2025)
“Kami sangat berterima kepada Komunitas Bapa-Bapa santo Yohanes Bloro dan umat lingkungan st.Yohanes yang telah mengunjungi rumah kami ,setelah satu tahun kami menetap di lingkungan santo Yohanes Bloro. Bapa Mama dan umat sekalian yang hadir saat ini membuat kami merasa tidak sendiri, kami merasa aman,dan kami juga merasa yang hadir ini adalah orang tua kami sendiri.” Ungkap Sr. Mery dalam memberikan kata hatinya kepada umat lingkungan St,Yohanes Bloro.
(Agus Badjo/Bloro-Maumere)








