
Teropongindonesianews.com
Sumsel – Senin, 24/4/2025 Awak Media teropong Indonesia news dan iGlobal news melakukan konfirmasi terhadap Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rambutan Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Setelah menunggu beberapa saat media TIN dan iGlobal news bertemu Juanda, S.Ag selaku wakil kurikulum, dan bertanya dari mana mau ketemu siapa ?. Spontan Tim Media TIN menjawab bahwa ingin ketemu Kepsek dengan maksud akan konfirmasi terkait Dana pemerintah yang masuk ke sekolah tersebut, yaitu Dana BOS, Lalu sambil menunggu salah satu guru yang berkoordinasi dengan Kepsek , Tim juga menanyakan plank papan uraian penggunaan Dana Bos anggaran tahun 2023 dan 2024 pada Juanda, dan dijawab ada diruang kepsek . Seharusnya papan plank tersebut di tempel diluar ruangan, dengan tujuan agar penggunaan Dana Bos tersebut transparan dan sesuai UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Setelah menunggu beberapa saat, Nurmian, S.Pd Selaku Waka kesiswaan menyampaikan kepada Juanda wakil kurikulum untuk menjawab pertanyaan dari media TIN dan iGlobal news atas perintah Dra. Yuliantini selaku Kepala sekolah dengan alasan Kepsek sibuk keliling sekolah.lndan tidak bisa ditemui.
Kemudian media TIN melakukan konfirmasi pada Juanda terkait Dana Bos yang diterima SMA Negeri 1 Rambutan sebesar Rp 999.000.000,00 yang di kelola oleh Yuliantini selaku Kepsek.l, Tapi Juanda mengatakan bahwa dirinya tidak tahu tentang soal itu .
Dari keterangan Juanda , patut diduga bahwa kepsek tidak terbuka terhadap dewan guru di lingkungan SMAN 1 Rambutan tentang penggunaan Dana Bos.
Oleh karena itu bisa di simpulkan sementara bahwa Kepsek patut diduga telah melanggar UU nomor 31 tahun 1999 dan diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
Untuk itu media TIN berkoordinasi dengan Hartono selaku aktivis LSM TEROPONG, yang selalu menyimak berita atas dugaan kasus Korupsi yang terjadi di SMAN 1 Rambutan dan akan segera melaporkannya ke pihak APH ( Kepolisian dan Kejaksaan) agar kasus ini segera terungkap ke publik.
Sampai berita ini diunggah ke publik, Tim berharap bisa bertemu Kepsek secara tatap muka atau via WhatsApp agar berita ini tetap berimbang. Demi mengedapan sinergi antara media dan instansi pemerintah.
Ir/ Sumsel.








