
Teropongindonesianews.com
Sipirok -Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Sipirok yang diselenggarakan pada 14-15 April 2025 diwarnai dengan kecurigaan peserta terhadap ketidakadilan dan dugaan nepotisme dalam penilaian juri.
“Mereka tega mempermainkan perasaan anak-anak,” ujar seorang perwakilan wali peserta saat ditemui di depan Kantor Camat Sipirok pada penutupan acara Selasa (15/4). “Ini sangat tidak fair dan syarat nepotisme. Kami akan melawan!”
Perwakilan wali peserta menyoroti dugaan manipulasi penilaian, terutama terkait dengan ayat suci Al-Quran. “Seharusnya, human error dari juri diminimalisir. Walaupun pasti ada kesalahan, tapi jangan sampai ada indikasi nepotisme atau titipan. Kita harus meninggalkan budaya seperti itu dan berbenah jika ingin menjadi yang terbaik,” tegas Abdurrozaq Pulungan, pakar tahfidz qur’an Tabagsel saat dihubungi melalui telepon pada Kamis (17/4).

Menanggapi tudingan ini, Camat Sipirok menyatakan melalui pesan WhatsApp kepada media pada Rabu (16/4) bahwa dewan hakim telah memastikan penilaiannya objektif. “Sudah kami konfirmasi ke dewan hakim terkait teknis penilaiannya, dan mereka menegaskan bahwa penilaian sudah objektif,” tulis Camat Sipirok.
Namun, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) belum memberikan tanggapan terkait tuduhan tersebut hingga berita ini diturunkan.
Mora Siregar








