
Teropongindonesianwes.com
Provinsi Lampung (Bandar Lampung)- Cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin maupun angin kencang yang akhir-akhir melanda di sejumlah wilayah provinsi Lampung, kerap kali berdampak buruk pada masyarakat.
Salah satunya seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sumberejo, yang berada di wilayah kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, dimana penomena alam angin kencang yang terjadi pada hari ini Rabu, (23/04/2025) mengakibatkan dahan pohon mangga yang besar yang berada dilingkungan sekolahan tersebut, sempal/patah.
Serta juga terdengar suara gemuruh deritan dari asbes atau atap gedung sekolah akibat terpaan angin yang sangat kencang.
Adanya peristiwa tersebut, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Sumberejo, Hj. Lismarita , S.Pd., M.M., mengambil sikap dan kebijakan melalu para Guru Wali Kelas (Walkes) untuk memulangkan siswa-siswinya yang masuk pada jam pagi dan meliburkan bagi mereka yang masuk pada jam siang.
“Assalamu’alaikum bapak ibuk guru, berhubung cuaca sedang tidak bersahabat, di SDN 3 Sumberejo khususnya sudah ada dahan pohon mangga yang besar sempal. Angin yang sangat kencang, anak-anak berkeliaran sana sini,” sambungnya.
Ibuk takut terjadi hal yang tidak kita inginkan, lanjut Kepsek“Jadi kebijakan ibuk, untuk anak-anak yang sekolah jam pagi untuk segera dipulangkan dan yang masuk pada jam siang, untuk hari ini agar dapat berlajar dirumah dulu,” instruksi dan tegas Kepsek Hj. Lismarita, S.Pd., M.M.
Bukan tampa alasan, langkah tersebut dilakukannya untuk mengantisipasi terjadinya hal buruk yang tidak diinginkan menimpa pada warga Sekolah SDN 3 Sumberejo.
Terlebih mengingat akibat penomena cuaca buruk yang terjadi di provinsi Lampung akhir-akhir ini, seperti hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Senin, (21/04) dini hari kemarin, menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah kecamatan.
Yakni, kecamatan Panjang yang terdampak banjir, hingga menelan tiga korban jiwa yang kesemuanya merupakan warga kelurahan panjang Utara.
Di kutip dari sumber Humas Polres_LT;
Dimana berdasarkan data Ops Polresta Bandar Lampung, bencana banjir paling parah terjadi di wilayah Panjang Utara dan Selatan, dengan jumlah korban terdampak sebanyak 3.094 Kepala Keluarga (KK) atau 10.969 jiwa, tercatat 3.094 rumah dan 1 unit kendaraan roda empat turut terdampak terendam banjir.
Selain itu, bencana alam tanah longsor juga terjadi di kecamatan Sukabumi dan pohon tumbang di kecamatan Way Halim, kota Bandar Lampung.
Nizar
Pewarta: Nizar





