
Teropongindonesianews.com
JEMBER – Rabu, 21 Mei 2025, pukul 18.00 WIB di Ki Caffe (Ruko Mandiriland Timur Roxy) DPC PROGIB Jember menggelar pertemuan penting dengan pengurus dan seluruh anggota PAC Kaliwates. Pertemuan yang bertemakan “Konsolidasi PROGIB DPC Jember ke PAC Kaliwates dan Penguatan Struktural PAC Kaliwates” ini membahas sejumlah poin krusial untuk pengembangan organisasi dan implementasi program.
Dalam Acara Tersebut Ketua DPC PROGIB Jember menyampaikan beberapa hal penting, antara lain:
Penguatan Struktural : Ditegaskan perlunya aktivasi kesekretariatan dan penyempurnaan struktur PAC Kaliwates. Ketua DPC menekankan pentingnya koordinasi antar PAC, dengan rencana pertemuan lanjutan di Kalisat dan Patrang.
Ekspansi PROGIB : Dijelaskan rencana ekspansi PROGIB dari Jember ke Lumajang, yang telah berhasil membentuk DPC, serta rencana pengembangan ke Banyuwangi dan daerah lainnya.
Program MBG (Makanan Bergizi) : Pertemuan menekankan pentingnya peran PROGIB dalam mengawal program pemerintah seperti MBG, berkolaborasi dengan pihak terkait. Organisasi diharapkan aktif dalam pengelolaan program MBG yang diinisiasi Bapak Prabowo.
Pendanaan MBG : Ketua DPC menjelaskan pentingnya memenuhi standar dan kelengkapan dokumen untuk memperoleh dana Bantuan Pemerintah (BGN) untuk program MBG. Dikatakan bahwa dibutuhkan sekitar 800 juta rupiah per dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan kelengkapannya. Kota Madiun di Jawa Timur telah berhasil menjalankan program ini, dan target PROGIB adalah untuk memiliki 7 dapur MBG yang siap beroperasi. Di Jember, saat ini telah terdapat 2 dapur MBG swasta yang beroperasi di Bintoro-Patrang.
Visi Ke depan :Ketua DPC menyampaikan harapan agar PROGIB menjadi organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan profesional, yang mampu diterima di berbagai instansi. Kalkulasi keuntungan dari program MBG diperkirakan sebesar Rp 5.000 per porsi (dengan asumsi 3500 siswa, harga Rp 8.000-Rp 10.000 per porsi, tergantung jenjang pendidikan).

Peningkatan Keanggotaan : Ketua DPC mendorong PAC Kaliwates untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan jumlah anggota.
Ketua PAC Kaliwates menambahkan bahwa PAC Kaliwates memiliki kekurangan dalam hal tata kelola struktural dan pelaksanaan program. Ia berharap adanya sharing dan kolaborasi yang lebih intensif dengan anggota, menjadikan PAC Kaliwates sebagai contoh bagi PAC PROGIB lainnya.
Selain Acara Inti juga Digelar Sesi Tanya Jawab Salah Satuanya Pak Mutholib (Mangli) menanyakan arahan terkait perekrutan anggota dan peluang investasi pada pengadaan bahan pangan (daging).
Ketua DPC menjawab bahwa PROGIB dapat bertindak sebagai broker atau perantara dalam pengadaan kebutuhan dasar dapur MBG (daging, tahu, tempe, telur, dll.), membuka peluang keuntungan bersama.
Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat struktur organisasi, memperluas jangkauan program MBG, serta meningkatkan kemandirian PROGIB. PAC Kaliwates diharapkan berperan sebagai model dalam pengembangan dan implementasi program PROGIB di tingkat PAC lainnya.
Harianto/JBR





