
Teropongindonesianews.com
Jember, 28 Mei 2025 – Ketua DPC Progrib Jember mengadakan pertemuan koordinasi dan pengarahan dengan PAC Sukorambi di kediaman Ibu Dahlia, Dukuh Mencek. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan strategi organisasi, khususnya dalam menjalankan program-program pemerintah.
Dalam sambutannya, Ketua DPC mengawali dengan menjelaskan sejarah terbentuknya Progrib di Jember. Berawal dari gerakan Grib Jaya yang kemudian mencari haluan baru, organisasi ini akhirnya bergabung setelah SK (Surat Keputusan) resmi turun dan menunjuk Ketua DPC saat ini.
Progrib sendiri lahir dari tim pemenangan Prabowo-Gibran yang kemudian bertransformasi menjadi organisasi masyarakat (Ormas) berskala nasional. Tujuannya adalah untuk menghindari kecemburuan sosial dan menjadi wadah apresiasi bagi tim pemenangan. “Kami ingin bisa berkolaborasi dengan pihak manapun, menghindari pro dan kontra. Tujuan kami hanyalah mempersatukan bangsa,” tegas Ketua DPC.

Salah satu misi program pemerintah yang akan dijalankan oleh Progrib adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai percontohan, dapur MBG sudah berjalan di Kecamatan Patrang dengan dua dapur yang dikelola oleh pihak swasta. Sementara itu, Progrib sendiri telah berhasil menjalankan dapur MBG di Madiun, Jawa Timur.
Jember mendapat alokasi 7 kelompok MBG yang tersebar di 4 kecamatan. Untuk mengurangi risiko kegagalan, diharapkan akan muncul dapur MBG di setiap kecamatan. Mengingat besarnya biaya untuk mendirikan dapur MBG dan keterbatasan kemampuan anggota, pengurus akan mencari investor untuk menutupi biaya operasional. Ketua DPC juga menyebutkan bahwa MBG Progrib di Silo akan segera berjalan.
Sinergi dan Pengembangan Program
Dalam menjalankan program MBG, sinergi antara PIC (Person In Charge) dan yayasan menjadi krusial untuk memastikan operasional berjalan lancar. Selain program MBG, Progrib juga akan merambah kinerja ke renovasi sekolah dasar negeri. Program ini akan didanai oleh dana operasional dari pusat, dengan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) yang harus disepakati sejak awal.
Harianto/JBR







