
Teropongindonesianews.com
RAGAM BISNIS – Proyek budidaya lobster ekspansif Bandar Laut Dunia (Balad) Group yang mencakup enam belas teluk di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, telah mendapatkan dorongan signifikan setelah survei berhasil dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (Ditjen PB), Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI).
Survei yang dilakukan oleh tim dari Ditjen PB KKP RI, mengkonfirmasi kelayakan rencana ambisius Balad Group untuk membangun Budidaya lobster skala besar di seluruh wilayah tersebut. Tim tersebut didampingi oleh perwakilan dari Balad Group, GLORA Group, dan mitra dari Jakarta dan Vietnam. Seluruh tim menginap di akomodasi karyawan Balad Group, RBP (Rumah Bongkar Pasang).
Perkembangan positif ini terjadi setelah proposal yang diajukan lebih dari delapan bulan lalu akhirnya disetujui pada Mei-Juni 2025 , Proses pengurusan izin yang cepat ini menggarisbawahi komitmen pemerintah Indonesia untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan yang berkelanjutan dan mewujudkan potensi negara sebagai pemimpin global dalam pasar ekspor lobster.
HRM. Khalilur R Ab. S Atau Akrab Disapa Haji Lilur dalam siaran pers yang dikeluarkan pada hari Senin, 2 Juni 2025, menekankan potensi besar sumber daya laut Indonesia, menyatakan bahwa negara ini siap menjadi pemimpin global di sektor maritim.
Tonggak sejarah penting ini menandai langkah krusial menuju visi Balad Group untuk menjadikan Indonesia sebagai eksportir lobster utama. Perusahaan menyampaikan rasa terima kasih atas pemrosesan izin yang efisien dan positif dalam dua bulan terakhir.
Dengan persetujuan legal yang diperlukan telah diperoleh, Balad Group yakin akan kemampuannya untuk berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan memenuhi ambisinya untuk menjadi pemimpin global dalam ekspor lobster.
BiroTIN/STB








