
Teropongindonesianews.com
Padangsidimpuan – Sejumlah Warga masyarakat kelurahan huta imbaru, Kecamatan Padangsidimpuan huta imbaru , Kota Padangsidimpuan, Propinsi Sumatera utara, Kelurhan warga atas kenaikan harga eceran tertinggi (HET) gas LPG 3 kilo gram di beberapa pengecer khususnya di kelurahan huta imbaru sangat dikeluhkan warga setempat pasalnya dari Harga eceran tertinggi (HET) di jual seharga Rp30.000 /tabung. Kenaikan ini sangat dikeluhkan warga masyarakat pada Sabtu 28/06/2025.
Hadirin harahap salah seorang warga huta imbaru lingkungan III mengatakan kepada awak media Teropong indonesia news Kenaikan ini menambah beban ekonomi masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah telah menetapkan HET baru untuk LPG 3 Kg di tingkat pangkalan. Namun, di tingkat pengecer atau toko kelontong di Huta imbaru, harga jualnya jauh lebih tinggi. Selain itu Hadirin harahap juga mengatakan dengan harga gas elpiji 3kg sudah tinggi malah untuk mendapatkannya di pangkalan sangat susah, kenapa lebih gampang mendapatkan gas elpiji 3kg di pengecer dari pada di pangkalan padahal setahu saya pangkalan harusnya bisa menutupi kebutuhan warga yang mebutuhkan gas elpiji 3kg ” ujarnya dengan nada kesal
Senada dengan Ahmad Ali napia harahap selaku pengusaha Warung kopi /Kedai kopi.
Kenaikan harga ini memicu kekhawatiran akan semakin meningkatnya beban hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi dan intervensi untuk meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga LPG ini, Bila perlu Pangkalan yang tidak mengindahkan peraturan pemerintah tentang Gas elpiji di cabut saja ijinnya “ucapnya.
Kenaikan harga gas elpiji menjadi isu yang signifikan bagi rumah tangga di Indonesia.khususnya di Kelurahan huta imbaru Gas elpiji, terutama tabung 3 kg, merupakan sumber energi utama untuk memasak di banyak rumah tangga, terutama keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah. Kenaikan harga gas elpiji tentu berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, mengingat gas ini adalah kebutuhan yang sangat sulit untuk dihindari, meskipun ada pilihan energi alternatif lainnya.
Salah satu dampak langsung dari kenaikan harga gas elpiji adalah peningkatan pengeluaran rumah tangga. Keluarga yang bergantung pada gas elpiji untuk keperluan memasak harus mengalokasikan lebih banyak uang untuk membeli gas.
Pemerintah kok diam saja, ya? Padahal masyarakat sudah kesusahan begini. Kalau terus dibiarkan, kita yang kecil-kecil ini bisa tambah menderita,” ujar Ahmad setengah nada kecewa..
A.Hrp








