
Teropongindonesianews.com
Pesawaran – Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Drs. Hi. Mukhlis Basri, melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR-RI di Resto Lamban Sabah, Bandar Lampung. Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Bandar Lampung, termasuk Universitas Lampung (Unila), Universitas Islam Negeri (UIN), Universitas Malahayati (UNMAL), serta perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, GMNI, PMII, dan IMM.
Mukhlis Basri, mantan Bupati Lampung Barat dua periode dan anggota DPR RI dua periode, menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Muhlis Basri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk mentransformasikan nilai-nilai luhur kebangsaan agar tetap lestari dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila, yang digali dari budaya bangsa Indonesia, memiliki nilai-nilai positif yang sangat baik dan harus dijaga keberagamannya agar tidak menimbulkan perpecahan.

Sebagai narasumber utama, Alfan Rois, S.A.P., seorang tokoh pemuda dan mahasiswa S2 Universitas Saburai, turut menekankan peran aktif mahasiswa dalam memahami dan mengamalkan Empat Pilar.
Ia mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan atau tulisan, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti gotong royong, tolong-menolong, keadilan, dan saling menghargai. Alfan juga mengapresiasi Mukhlis Basri atas penyelenggaraan sosialisasi ini sebagai wadah mempererat silaturahmi, diskusi, dan penyampaian aspirasi antara mahasiswa dan wakil rakyat.
Ia menambahkan pentingnya memahami Empat Pilar, khususnya bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital, mengingat pencetus Empat Pilar, Bapak Hi. Taufik Kiemas (mantan Ketua MPR RI), merupakan tokoh kelahiran Lampung.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat nasionalisme dan pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar sebagai landasan bernegara. Para peserta diajak untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Bang Ain








