
Teropongindonesianews.com
Way Kanan – Ketua DPC Aliansi Jurnalis Persada (AJP) Way Kanan, S. Purnomo, menyayangkan kondisi internal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Way Kanan yang terindikasi tidak harmonis. Perseteruan yang terjadi dinilai berpotensi menghambat kemajuan pendidikan di daerah.
Rabu 09 Juli 2025
“MKKS seharusnya menjadi wadah kerja sama dan saling mendukung antar kepala sekolah. Jika justru terjadi ketidakharmonisan, maka hal ini sangat disayangkan dan bisa berdampak serius pada mutu pendidikan,” ujar S. Purnomo.
Menurut hasil kajian dan informasi yang dihimpun dari berbagai pihak, konflik internal MKKS dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Perbedaan visi dan misi antara ketua dan anggota.
2. Pengambilan keputusan yang tidak transparan tanpa musyawarah.
3. Persaingan tidak sehat antara sekolah negeri dan swasta.
4. Ego antar kepala sekolah yang ingin saling menonjolkan diri.
5. Masalah pribadi yang berlarut-larut tanpa penyelesaian.
6. Upaya saling menjatuhkan dengan cara tidak etis.
7. Dugaan adanya pungutan yang tidak transparan dalam penggunaannya.
8. Lemahnya kepemimpinan dan komunikasi pengurus MKKS.
Konflik berkepanjangan ini menimbulkan sejumlah dampak negatif, seperti:
• Terhambatnya program-program pendidikan yang memerlukan kolaborasi antar sekolah.
• Menurunnya mutu pendidikan akibat kurangnya koordinasi dan sinergi.
•Terganggunya kinerja guru dan siswa karena suasana kerja yang tidak kondusif.
• Tercemarnya citra pendidikan di mata publik akibat konflik internal di level pimpinan sekolah.
S. Purnomo menghimbau kepada seluruh kepala sekolah SMK di Way Kanan untuk menumbuhkan kembali semangat kerja sama dan membangun komunikasi yang sehat dalam wadah MKKS. Ia juga mendorong agar Dinas Pendidikan Provinsi Lampung turun tangan memfasilitasi penyelesaian konflik ini.
“Kepala Dinas Pendidikan Provinsi perlu berperan aktif membina dan memediasi agar kepala sekolah kembali kompak mendukung program-program pendidikan yang digagas Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, seperti Sekolah Rakyat dan penguatan sekolah unggulan di setiap kabupaten,” tegasnya.
Sebelum berita ini ditayangkan, redaksi telah mencoba menghubungi sejumlah kepala sekolah dan Ketua MKKS melalui pesan WhatsApp. Namun, sebagian besar tidak merespons. Salah satu kepala sekolah yang berhasil dihubungi hanya memberikan jawaban singkat:
“Aku mau konsen di sekolah sendiri aja, Pakde… Masalah MKKS ga ada gunanya. Semua udah komplain soal ketua MKKS SMK Way Kanan. Aku bilang ga mau ikut campur lagi, Pakde… bikin pusing kepala.”
Ada juga masukan dari pihak lain yang menyarankan perlunya penyegaran dalam kepengurusan MKKS. Menurut mereka, selama tidak ada pergantian pengurus, situasi sulit untuk diperbaiki.(Pur)
Koordinator Liputan teropong Indonesia news tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait guna pemberitaan yang seimbang dan berimbang.
Darwin







