
Teropong Indonesia News
PALEMBANG – Lembaga pendidikan, baik sekolah maupun madrasah, dituntut untuk semakin responsif terhadap berbagai isu kontemporer guna meningkatkan daya saing di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah dengan cepat. Hal ini menjadi sorotan utama Kepala Sekolah MAN 3 Palembang, Drs.Nuraini Farida, M.Si melalui H. Andarusni Alfansyur, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Bidang Humas MAN 3 Palembang saat memberikan keterangan pada tim Media Teropong Indonesia News di Ruang Kerjanya, Rabu – 15 April 2026.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi, transformasi kebutuhan kompetensi dunia kerja dan akademik, serta perubahan dinamika sosial menuntut institusi Pendidikan untuk tidak lagi terpaku pada pola konvensional. Sekolah harus memiliki kemampuan membaca situasi dan menyesuaikan strategi secara tepat sasaran.
“Sekolah dan madrasah tidak bisa lagi berjalan dengan pola yang sama dari waktu ke waktu. Harus ada kemampuan adaptasi untuk merespons isu-isu terkini agar pendidikan yang diberikan tetap relevan, berkualitas, dan mampu mencetak generasi yang kompetitif,” ujar Andarusni dalam keterangannya, Senin (15/04).
Literasi Digital hingga Pengembangan Karakter Menjadi Kunci
Andarusni menjelaskan bahwa isu kontemporer dalam pendidikan saat ini mencakup spektrum yang luas. Mulai dari penguatan literasi digital, penerapan pembelajaran berbasis kompetensi, hingga pengembangan karakter siswa yang adaptif terhadap perubahan.
Selain itu, perkembangan sistem seleksi masuk perguruan tinggi yang semakin ketat dan beragam juga menjadi perhatian khusus yang harus diantisipasi sejak dini. Jika hal ini tidak direspons dengan serius, dikhawatirkan akan terjadi kesenjangan antara proses pembelajaran di kelas dengan kebutuhan riil yang dihadapi siswa, khususnya saat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kita tidak boleh membiarkan siswa kita tertinggal. Kurikulum dan metode pengajaran harus selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh universitas dan tantangan masa depan,” tegasnya.
Perencanaan Harus Berbasis Kebutuhan Aktual
Untuk menjawab tantangan tersebut, Andarusni menekankan pentingnya integrasi isu-isu modern tersebut dalam perencanaan program sekolah. Perencanaan pendidikan harus berbasis pada kebutuhan aktual, termasuk dalam mempersiapkan siswa agar memiliki rekam jejak akademik dan non-akademik yang mumpuni.
“Perencanaan harus matang. Termasuk dalam menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, baik melalui jalur reguler maupun jalur prestasi. Semua harus terdata dan terprogram dengan baik,” jelasnya.
Lebih jauh, hal ini juga berkaitan erat dengan upaya menjaga konsistensi prestasi. Sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai, tetapi juga memastikan keberlanjutan prestasi tersebut melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
Optimalisasi Kompetisi dan Portofolio
Dalam praktiknya, MAN 3 Palembang terus melakukan berbagai terobosan. Mulai dari penguatan metode pembelajaran, pendorongan partisipasi siswa dalam berbagai ajang kompetisi tingkat regional maupun nasional, hingga pendampingan intensif dalam penyusunan portofolio.
“Prestasi siswa perlu dijaga dan ditingkatkan secara konsisten. Tidak hanya diraih, tetapi juga dipantau perkembangannya. Portofolio yang kuat menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi siswa dalam seleksi masuk perguruan tinggi favorit,” tambahnya.
Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan sekolah dan madrasah dapat terus bertransformasi. Penyesuaian program, baik dalam metode pengajaran, pengelolaan kegiatan siswa, maupun pemanfaatan teknologi, menjadi kunci utama untuk memastikan lulusan memiliki kesiapan mental dan akademik yang prima.
“Kita berharap isu-isu kontemporer ini bukan menjadi hambatan, melainkan menjadi pijakan untuk strategi pengembangan yang lebih baik. Tujuannya jelas, menjaga kualitas pendidikan dan meningkatkan jumlah lulusan yang berhasil menembus perguruan tinggi impian mereka,” pungkas Andarusni.
Irwanto – Wapemred








