
Teropongindonesianews.com
PASURUAN – Teka-teki penyebaran video asusila yang mengguncang warga Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mulai menemui titik terang. Penyelidikan pihak kepolisian kini berfokus pada sosok perempuan berinisial ML, yang diduga memiliki peran sentral di balik meluasnya rekaman tersebut.
Kehadiran ML dalam panggilan kedua sangat dinantikan penyidik. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, ML tidak memenuhi panggilan pertama karena sedang disibukkan dengan persiapan resepsi pernikahan. Diduga, ia sempat menghindari proses hukum demi menjaga kelancaran agenda pribadinya tersebut.
Meski sempat absen, ML akhirnya buka suara dan menyatakan kesiapannya untuk kooperatif. Saat ditemui tim investigasi di kediamannya, ML mengeklaim bahwa dirinya hanyalah korban dalam pusaran kasus ini.
”Saya hanyalah korban. Saya dikirimi video tersebut dua kali oleh pihak TKM dan diminta untuk mengirimkannya kepada pacar RD,” ujar ML memberikan klarifikasi.
Senada dengan itu, orang tua ML menegaskan bahwa anaknya akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku sesuai arahan kuasa hukum.
“Dikongkon teko yo teko (disuruh datang ya datang), apa kata pengacaranya nanti,” ungkapnya dalam logat Jawa yang kental.
Dalam pengembangan investigasi, muncul nama baru berinisial IV yang diduga ikut andil dalam penyebaran konten tersebut. Saat dikonfirmasi, IV mengakui bahwa dirinya sempat meminta video tersebut dari ML.
IV berdalih melakukan hal tersebut karena RD adalah ssaudaranya,Ia mengirimkan video tersebut kepada kakak kandung RD dengan alasan agar pihak keluarga bisa memberikan teguran atas perilaku RD yang dianggap tidak pantas.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengambil langkah tegas sesuai prosedur jika ML kembali tidak kooperatif pada panggilan selanjutnya. Kasus ini menjadi atensi publik mengingat dampak psikologis berat yang dialami korban (RD).
Para pelaku yang terbukti menyebarkan konten asusila terancam jeratan pidana serius sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Satreskrim Polres Pasuruan berkomitmen untuk mendalami motif para pelaku hingga tuntas guna memberikan keadilan bagi korban.
Tim






