
Teropongindonesianews.com
Sumenep, Madura – jumat, 1 Agustus 2025
Salah satu perusahaan rokok ternama di wilayah Madura kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar dengan melakukan kegiatan rabat atau pengecoran jalan secara swadaya di Dusun Jalinan Desa Payudan Daleman Kecamatan Guluk guluk Kabupaten Sumenep Madura.
Kegiatan yang dimulai sejak pertengahan Juli 2025 ini dilakukan di ruas jalan penghubung antara pemukiman warga dan jalur utama distribusi hasil pertanian dan tembakau. Jalan sepanjang 60X2,7 meter dengan ketebalan 0,20 Cm,tersebut menelan anggaran 68,350.000. yang sebelumnya dalam kondisi rusak parah dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Direktur perusahaan BM GRUP, H, HAERUL UMAM Dan PR. JALLUH, H. ROFIK BAKIR. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR) untuk membantu memperlancar akses warga dan aktivitas ekonomi lokal.
“Kami merasa terpanggil untuk membantu masyarakat, apalagi jalan ini juga menjadi jalur penting bagi petani tembakau dalam mendistribusikan hasil panen mereka,” Ungkap H. ROFIK BAKIR.
Proyek rabat jalan ini dikerjakan secara gotong royong, melibatkan karyawan perusahaan, warga setempat, dan tokoh masyarakat. Bahan material seperti semen, batu koral, pasir dan lainnya disediakan penuh oleh pihak perusahaan.
Warga masyarakat sangat mengapresiasi inisiatif tersebut, Ahm, salah satu warga mengatakan bahwa selama ini jalan tersebut sering dikeluhkan warga namun belum tersentuh bantuan dari pemerintah karena keterbatasan anggaran.
> “Alhamdulillah, berkat bantuan dari BM GRUP dan PR. JALLUH., kini warga bisa menikmati jalan yang layak dan aman dilalui. Semoga ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk peduli pada lingkungan sekitar,” ujarnya.
Wargapun merasa terbantu, Salah satu petani tembakau tersebut mengatakan bahwa dengan jalan yang sudah dicor, pengangkutan tembakau menjadi lebih cepat dan tidak merusak kendaraan” tuturnya.
Kegiatan rabat jalan ini selesai pada akhir pekan juli 2025 dan diharapkan bisa menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara sektor swasta dan masyarakat dalam pembangunan desa.
( AGS)






