
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Suasana pagi di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer, tampak berbeda dari biasanya.Sura’i Kades Alas Sumur. bersama warga dan pemuda desa terlihat bersemangat membawa cangkul, sabit, dan bibit pohon buah. Di bawah terik matahari yang mulai menyengat, mereka bekerja bahu membahu menata lahan bekas kawasan wisata Almour. Tidak lagi sekadar wisata alam biasa, kini tempat itu bertransformasi menjadi Wisata Buah Alas Sumur — sebuah gagasan baru yang lahir dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kemajuan desa.


Kepala Desa Alas Sumur (Sura’i) yang dikenal dekat dengan masyarakatnya, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia turun tangan membersihkan semak, menata area tanam, hingga ikut menanam bibit buah bersama warga.
“Kita ingin mengubah Almour menjadi wisata yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat bagi ekonomi masyarakat. Melalui wisata buah ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang budidaya tanaman buah,” Ujarnya dengan senyum optimis.



Menurutnya, ide pengembangan wisata buah ini berawal dari keinginan pemerintah desa untuk memanfaatkan potensi lahan yang terbengkalai. Almour dulunya sempat ramai, namun belakangan sepi pengunjung karena banyaknya wisata lokal yang ada di Bondowoso, Melihat kondisi itu, sang kades bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat berembuk, hingga tercetuslah gagasan untuk menjadikannya sebagai wisata agro berbasis buah lokal.
“Bondowoso punya tanah subur dan udara sejuk, sangat cocok untuk tanaman buah. Kenapa tidak kita jadikan ini peluang?” tambahnya.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari karang taruna, ibu-ibu PKK, hingga kelompok tani. Mereka menanam berbagai jenis buah seperti durian, buah naga, alpukat, jeruk, jambu kristal, juga mangga,dan bermacam bibit buah lainnya,
Di sisi lain, pemuda desa berinisiatif membuat spot foto dan taman kecil untuk menarik wisatawan milenial yang gemar ber selfie, Salah satu pemuda desa, mengaku bangga bisa ikut terlibat dalam pembangunan desa.
“Karena ini bukan hanya proyek Pemerintah Desa, tapi milik kita semua. Kalau wisata ini jadi, kami bisa jualan jus buah, kuliner lokal, dan membuka lapangan kerja,” Ujarnya sambil tersenyum.

Program ini mendapat sambutan hangat dari warga, Selain mempercantik desa, wisata buah juga diharapkan dapat mendorong ekonomi kerakyatan melalui hasil panen dan aktivitas wisata. Pemerintah Desa berencana bekerja sama dengan dinas Pariwisata dan Pertanian Kabupaten Bondowoso agar pengelolaan wisata buah ini lebih terarah dan berkelanjutan.
Sura’i Kades Alas Sumur juga menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan ekologis. “Anak-anak sekolah nanti bisa belajar langsung di lapangan tentang menanam dan merawat pohon. Ini juga bagian dari menjaga kelestarian lingkungan,” Ujarnya.
Kini, wajah Almour mulai berubah. Dari tempat yang dulunya sepi dan tak terawat, perlahan tumbuh kembali kehidupan dan harapan baru. Suara tawa warga, riuh semangat gotong royong, serta aroma tanah basah menjadi saksi nyata kebangkitan desa ini.
Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang visioner, Desa Alas Sumur tengah melangkah menuju babak baru: Dari Wisata Alam Menjadi Wisata Buah Yang Produktif, Edukatif, Dan Menyejahterakan Rakyat.
Jika rencana ini terus berlanjut dengan dukungan masyarakat, bukan tidak mungkin, Wisata Buah Almour kelak akan menjadi destinasi kebanggaan Bondowoso dan ikon baru pariwisata berbasis pertanian di tapal kuda Jawa Timur.
Agus/Tim Redaksi








