
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Keresahan warga Situbondo kembali mencuat terkait proyek peningkatan jalan, kali ini menyoroti proyek hotmix ruas Tanjung Glugur – KP. Geger (R. 455) di Kecamatan Mangaran. Proyek yang dianggarkan dari APBD Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 441.507.364,32 dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. AZZA JAYA ini menjadi sorotan utama.
Hepi, seorang warga Situbondo, mengungkapkan keprihatinannya atas kualitas proyek infrastruktur di wilayahnya. Pengalaman pahit dari proyek-proyek sebelumnya, khususnya pekerjaan hotmix yang dinilai “asal jadi” dan tidak tahan lama, menjadi dasar kekhawatiran Hepi. Ia menilai, kualitas yang buruk ini mengindikasikan lemahnya fungsi pengawasan dari pihak-pihak terkait, yang berpotensi memberikan celah bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk merugikan masyarakat dan negara.
“Kami khawatir proyek ini akan bernasib sama dengan proyek-proyek sebelumnya. Pekerjaan hotmix yang tidak sesuai standar akan berujung pada kerusakan jalan yang cepat,” ujar Hepi.
Lebih lanjut, Hepi mengungkapkan dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan Tanjung Glugur – KP. Geger. Ia menyebutkan, salah satu indikasi yang ditemukan adalah ketebalan hotmix yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis. Hepi bahkan mengaku telah mengantongi sejumlah data lain yang menguatkan dugaannya.

Menanggapi hal ini, Hepi mendesak Dinas PUPP Bidang Binamarga Kabupaten Situbondo, DPRD Kabupaten Situbondo khususnya Komisi III, serta konsultan pengawas untuk tidak hanya menerima laporan di atas meja. Ia menekankan pentingnya pengawasan lapangan yang ketat untuk memastikan kualitas proyek sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan.
“Kami berharap instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan, melakukan pengecekan secara detail, dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran,” tegas Hepi.
Hepi, sebagai putra daerah asli Situbondo, juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil dalam mengawasi dan memantau jalannya kegiatan proyek di Kabupaten Situbondo. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Mas Rio, Situbondo dapat menjadi lebih baik, lebih berkelas, dan mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Mari kita awasi bersama. Kualitas proyek infrastruktur adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Situbondo,” pungkas Hepi.
Berita ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pihak-pihak terkait dan mendorong peningkatan kualitas proyek infrastruktur di Kabupaten Situbondo.
BiroTIN/STB








