
Teropongindonesianews.com
Situbondo— Warga Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, Bondowoso kembali bersuara keras. Akses vital Desa Mojodungkol menuju wilayah Cemara dan desa-desa lain nyaris lumpuh total setelah longsor besar sepanjang 34 meter menghancurkan badan jalan pada Maret 2025. Material tanah yang turun hingga 5 meter dari permukaan jalan membuat jalur utama ini putus,

Kini, meski jalan sudah bisa dilewati setelah perbaikan darurat, kondisinya masih jauh dari aman. Jalan tetap sempit, rawan longsor susulan, dan sering membuat kendaraan roda empat harus saling mundur ketika berpapasan. Situasi ini bahkan disebut warga sebagai “jalur maut” ketika hujan turun.

Di tengah kondisi genting itu, Kepala Desa Mojodungkol, Subhan, angkat suara, Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen sekaligus pelebaran jalan, mengingat akses tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat.

“Kami tidak bisa menunggu lebih lama. Setelah longsor Maret lalu, warga terisolasi. Sekarang kami hanya mengandalkan perbaikan darurat dengan dana seadanya. Pemda harus turun tangan!” tegas Subhan dalam pernyataan resminya.
Pemerintah desa bersama masyarakat telah berjuang melakukan penanganan cepat. Dengan anggaran terbatas, mereka menimbun titik longsor sepanjang ±34 meter menggunakan material seadanya demi membuka kembali jalur yang terputus.

Namun, Subhan menegaskan bahwa upaya tersebut hanyalah solusi sementara.
“Ini sifatnya darurat, bukan permanen. Kondisi tebing masih labil. Kalau hujan deras, bisa runtuh lagi,” ujarnya.
Tak hanya soal longsor, jalan tembus Mojodungkol–Cemara sejak lama memang dikenal sempit. Pada beberapa titik, jalur hanya cukup untuk satu kendaraan roda empat. Akibatnya, warga sering terpaksa hentikan kendaraan dan mundur puluhan meter demi memberi jalan mobil dari arah berlawanan.

“Mobil papasan itu seperti taruhan hidup. Sedikit salah sudah bisa jatuh ke bawah,” keluh salah seorang warga setempat.
Warga mendesak pelebaran jalan dilakukan segera, terutama karena jalur ini digunakan untuk:
Pengangkutan hasil pertanian
Akses pndidikan
Kendaraan kesehatan .
Distribusi logistik warga,
Subhan meminta pemerintah daerah untuk tidak sekadar melihat laporan, tetapi meninjau langsung ke lokasi agar memahami urgensi masalah ini.
“Kami butuh penanganan permanen dan pelebaran jalan. Ini bukan hanya permintaan warga, ini kebutuhan mendesak untuk keselamatan dan masa depan Mojodungkol,” tegasnya.

Masyarakat Mojodungkol berharap proyek perbaikan dan pelebaran jalan tembus Mojodungkol–Cemara dapat dimasukkan ke dalam prioritas pembangunan daerah tahun 2026, mengingat banyaknya dampak ekonomi dan keselamatan yang sudah dirasakan.
Dengan respons cepat dari pemerintah daerah, warga percaya jalur vital ini dapat kembali menjadi akses yang aman, layak, dan mampu membuka peluang pembangunan baru di wilayah Suboh.
Agus/Red/Biro








