
Teropobgindonesianews.com
Sipirok Tapsel – Sekretaris Persatuan dan pemerhati wartawan Angkola Sipirok (PERWASI), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Mora siregar Minggu, melaporkan bahwa Bendungan Aek Mandurana di Saba Julu mengalami kerusakan berat pascabanjir bandang yang terjadi pekan lalu.
Ia menyebut bendungan jebol berlokasi di Kelurahan Baringin dan saluran irigasi tertimbun material longsoran sepanjang sekitar 70 meter dengan endapan lumpur lebih dari 50 sentimeter, sehingga air tidak dapat mengalir ke persawahan.
Mora siregar menegaskan kerusakan itu harus segera ditangani karena bulan ini memasuki musim tanam padi.Petani khawatir keterlambatan perbaikan akan menyebabkan gagal tanam pada musim ini.
Masyarakat setempat, kata dia, telah melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran irigasi, namun pekerjaan tidak dapat dilanjutkan secara optimal karena kerusakan dianggap terlalu parah untuk ditangani mandiri.
PERWASI TAPSEL meminta perhatian dan bantuan dari dinas terkait, termasuk Dinas PU PR dan Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, agar penanganan darurat dapat segera dilakukan.
Mora siregar menyebut areal persawahan yang terdampak mencapai 60 hingga 100 hektare, mencakup wilayah di belakang Hotel Torsibohi hingga Lingkungan Sumuran, Huta Raja, Sialagundi dan hilirnya di Saba Bolak, Kelurahan Baringin.
Ia mengatakan aliran sungainya yang berada di dekat Hotel Torsibohi merupakan sumber pengairan utama bagi ratusan petani di kawasan tersebut.
“Besok warga berencana kembali melakukan gotong royong guna membuka akses aliran air sembari berharap bantuan teknis dari pemerintah segera turun,” ujarnya.
Mora siregar menegaskan para petani masih menunggu respons cepat dari pihak berwenang agar proses tanam padi tidak terhambat lebih lama.
Tim





