
Teroponginfinesianews.com
Bawean ,Gresik – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura Distrik Gresik kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan umum di Kecamatan Sangkapura yang semakin memburuk akibat aktivitas truk pengangkut batu marmer. Jalan yang licin dan penuh lumpur ini dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat yang rutin melintas.
Junaidi, Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, menegaskan bahwa permasalahan ini telah berlangsung lama dan pihaknya merasa pemerintah belum menunjukkan tindakan tegas yang memadai. “Kami meminta pihak berwenang untuk tidak lagi menutup mata. Kondisi jalan ini sangat membahayakan. Bertindaklah sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Junaidi dengan tegas.
Menurut GMBI, sebagian truk yang keluar dari lokasi tambang diduga tidak melakukan pembersihan roda maupun bak muatan. Akibatnya, lumpur dan tanah terbawa ke jalan umum. Ketika hujan turun, kondisi ini berubah menjadi sangat licin, terutama bagi para pengendara sepeda motor.
“Kalau terus dibiarkan, tinggal menunggu waktu sampai ada korban. Kami lewat setiap hari dan sangat khawatir,” ujar salah seorang warga Sangkapura yang enggan disebutkan namanya.

GMBI mendesak pemerintah kecamatan, Polsek, dan dinas terkait untuk segera mengambil langkah-langkah konkret, yaitu:
• Menertibkan operasional truk tambang.
| Mewajibkan pembersihan kendaraan sebelum melintas di jalan umum.
• Melakukan penyiraman dan perbaikan jalan yang terdampak.
• Mengawasi kepatuhan perusahaan tambang terhadap aturan keselamatan.
Meskipun belum ada respons resmi dari pihak pemerintah kecamatan atau instansi terkait setelah dihubungi, GMBI menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah nyata yang benar-benar melindungi keselamatan masyarakat.
“Nyawa warga jauh lebih penting daripada keuntungan tambang,” tutup GMBI.
Tim






