
Teropongindonesianews.com
NGADA – Penumpang kapal pada rute keberangkatan Aimere–Kupang mengeluhkan minimnya fasilitas di Pelabuhan Aimere, Kabupaten Ngada. Keluhan tersebut terutama terkait tidak tersedianya lampu penerangan di sekitar dermaga dan rumah transit, yang sangat menyulitkan penumpang saat kapal bersandar pada malam hari.
Kondisi pelabuhan yang gelap dinilai membahayakan keselamatan penumpang, sekaligus menyulitkan mobilitas saat naik dan turun dari kapal. Selain itu, keterbatasan fasilitas penginapan membuat sejumlah penumpang terpaksa bermalam tanpa tempat istirahat yang layak. Bahkan, beberapa penumpang mengaku tidak tidur hingga pagi hari karena tidak adanya rumah transit atau penginapan yang dapat digunakan sebelum keberangkatan menuju Kupang.
“Saat berangkat ataupun turun dari kapal pada malam hari, kami sangat sulit sekali karena tidak ada lampu penerangan sekitar dermaga” Ujar salah satu penumpang yang diterima media ini. Minggu, 28 Desember 2025.
Menanggapi keluhan tersebut,
Kepala UPTD Pengelola Prasarana Teknis Perhubungan Wilayah IV Kelas A Provinsi NTT,Kritianus Sony Teme, S. SiT mengakui masih adanya kekurangan fasilitas di Pelabuhan Aimere.
“Kami menyadari bahwa fasilitas penerangan dan rumah transit di Pelabuhan Aimere masih sangat terbatas dan ini menjadi perhatian kami untuk segera dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya saat dihubungi media ini. Minggu, 28 Desember 2025
Ia menjelaskan, salah satu kendala utama terletak pada kondisi fasilitas dermaga yang memerlukan perbaikan dan perawatan rutin. Sejumlah sarana penting seperti Moveable Bridge (MB), Frontal Frame, serta mesin genset belum berfungsi optimal dan membutuhkan penanganan segera, termasuk dukungan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pelumas.
Kondisi ini, kata dia, sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses debarkasi dan embarkasi penumpang.
“Tanpa perbaikan MB dan perawatan genset, pelayanan naik-turun penumpang menjadi kurang optimal dan berpotensi mengganggu keselamatan,” ungkapnya.
Selain fasilitas dermaga, keterbatasan lampu penerangan di area dermaga dan area parkir juga menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan. Minimnya penerangan menyulitkan aktivitas operasional pelabuhan pada malam hari sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi penumpang maupun kendaraan.
“Penerangan sangat mendesak, terutama saat kapal sandar pada malam hari. Ini demi keamanan penumpang dan kendaraan,” kata petugas tersebut.
Permasalahan lainnya adalah belum tersedianya jembatan timbang bagi kendaraan angkutan barang yang keluar masuk pelabuhan. Menurut petugas, kondisi ini menyulitkan pengawasan muatan dan berpotensi menimbulkan kelebihan beban pada kapal.
“Jembatan timbang diperlukan agar muatan kendaraan dapat terkontrol dan tidak melebihi kapasitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kelengkapan sarana pendukung keselamatan dan ketertiban juga masih perlu dibenahi. Hingga kini, rambu petunjuk dan larangan, marka parkir, serta lampu peringatan (warning light) di pintu masuk dan keluar pelabuhan belum tersedia secara memadai, sehingga kerap menimbulkan kebingungan bagi
“Kami berharap rambu dan marka segera dilengkapi agar arus kendaraan dan penumpang lebih tertib,” katanya.
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan penumpang, Pelabuhan Aimere juga membutuhkan pembangunan rumah transit. Fasilitas ini dinilai penting bagi penumpang yang harus menunggu jadwal keberangkatan atau kedatangan kapal, khususnya mereka yang berasal dari luar daerah.
“Rumah transit akan sangat membantu, terutama bagi penumpang dari luar daerah,” tambahnya.
Dari sisi keamanan, pengadaan CCTV pada objek-objek vital pelabuhan juga menjadi kebutuhan mendesak. Di sisi lain, keterbatasan biaya operasional untuk perawatan dermaga dan gedung terminal turut mempengaruhi kondisi fasilitas yang ada.
“CCTV penting untuk pengawasan, sementara biaya perawatan sangat kami butuhkan agar fasilitas tetap layak digunakan,” jelasnya.
Lebih jauh, petugas pelabuhan menilai bahwa dalam jangka panjang Pelabuhan Aimere perlu memiliki dermaga baru agar mampu melayani kapal-kapal berukuran besar. Hal ini dinilai sejalan dengan posisi Pelabuhan Aimere yang sangat strategis sebagai pintu masuk transportasi laut di daratan Flores.
“Pelabuhan Aimere sangat strategis. Jika dermaga baru dibangun, kapal besar bisa masuk dan ekonomi daerah akan meningkat,” tegasnya.
Selain pembangunan dermaga baru, pengembangan pelabuhan juga diarahkan pada peningkatan rest area, penataan lahan parkir, serta penataan taman pelabuhan. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
“Kami ingin Pelabuhan Aimere tidak hanya berfungsi sebagai tempat sandar kapal, tetapi juga menjadi pelabuhan yang nyaman, aman, dan representatif,” pungkasnya.
Susilo Hermanus








