
Teropongindonesianews.com
Banyuwangi – sejumlah masyarakat umumnya petani yang ada di wilayah kecamatan Wongsorejo mengalami kesulitan pupuk subsidi jenis urea dan Phonska, program pupuk subsidi harusnya menjadi penyelamat petani untuk menghasilkan produksi pertanian Ini justru menjadi tanda tanya besar bagi petani
kuat dugaan malah ini bisa jadi bancakan oknum pemilik kios. Di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi,
Untuk meraup untung lebih besar
Keresahan ini mencuat ke telinga para Petani dimana harga pupuk dimarkup disaat musim tanam mulai berjalan ,Senin 12/1/2026
Keresahan ini salah satunya dirasakan oleh Sukijan petani asal desa bengkak kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi yang disampaikan kepada media Teropong Indonesia news,mereka berani dikawasan hutan pangkuan hutan perhutani Banyuwangi utara
Mereka mengaku kecewa dan geram usai mengambil pupuk subsidi di kios Jatah mereka yang semestinya hampir dua ton pupuk urea, justru hanya diberikan dua kwintal
Lebih kecewa saat beli pupuk dengan harga 90 rb justru dijual dengan harga 100 RB per kwintalnya dengan terpaksa saya beli karena saya butuh, ungkapnya
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan petani, terlebih di saat-saat petani tengah membutuhkan pupuk malah pupuk sulit ditemui di kios kios pupuk padah saya mau beli bukan mintak gratis, ucapnya dengan nada kesal
Harapannya agar tidak terjadi Praktik pemotongan jatah dan mark up harga ini sebab bisa menimbulkan dugaan kuat adanya permainan di tingkat kios,d jika dibiarkan, berpotensi merusak tujuan utama program subsidi pemerintah.
( Kurniadi )







