
Teropongindonesianews.com
KUTAI BARAT, KALTIM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Syafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha di Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Selasa (13/1). Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan satuan serta memberikan arahan pembinaan bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke depan.

Dalam sambutan dan arahannya kepada prajurit, Menhan menegaskan bahwa pembinaan prajurit harus berlandaskan pada prinsip meritokrasi, dengan mengedepankan prestasi, kapasitas, dan kapabilitas sebagai tolok ukur utama dalam pengembangan karir dan penempatan jabatan.
“Pembinaan yang baik harus mampu mengakomodasi potensi setiap prajurit. Kita harus menjamin bahwa setiap langkah kemajuan didasarkan pada apa yang telah mereka capai dan kemampuan yang mereka miliki,” ujar Menhan.

Selain itu, Menhan juga menekankan pentingnya pendekatan belajar sambil bertugas sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan yang mencakup seluruh jenjang prajurit, mulai dari Tamtama, Bintara, hingga Perwira.
Untuk mendukung implementasi arahan tersebut, pembinaan prajurit di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD) terus diperkuat melalui pemanfaatan sarana pembelajaran yang adaptif dan modern. Salah satu contoh implementasinya dilakukan di jajaran Brigade Infanteri Pembangunan (Brigif TP) 85/Benua Taka Cakti (BTC), dengan memanfaatkan TV Merah Putih serta smart TV edukatif yang didukung oleh Kementerian Pertahanan RI.
Sarana tersebut digunakan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan kemampuan bahasa Inggris pada prajurit, yang diharapkan dapat mendukung kesiapan dalam menjalankan tugas serta memperkuat kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: JN
Redaksi Pelaksana Nasional








