
Teropongindonesianews.com
DISTRIK MOSWAREN, PAPUA BARAT DAYA – Kebun sawit yang mencakup lima kampung di Distrik Moswaren menjadi contoh nyata pengembangan perkebunan sawit yang mengedepankan keseimbangan kepentingan perusahaan dan masyarakat adat. Dikelola oleh PT. LPP, kawasan perkebunan yang meliputi Kampung Joksiro, Kampung Hararo, Kampung Tokas, Kampung Kamisabe, dan Kampung Unggi diharapkan menjadi standar industri yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Masyarakat lokal mengungkapkan harapan besar terhadap kehadiran perusahaan, dengan fokus pada kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Kami berharap kehadiran perusahaan dapat meningkatkan ekonomi lokal dan memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan di daerah kami,” ujar salah satu warga Kampung Joksiro.

Dalam menjalankan operasionalnya, PT. LPP menerapkan standar ketat mulai dari seleksi biji sawit hingga proses penanaman kecambah. Karyawan lokal yang terlibat dalam tahapan ini diawasi langsung oleh Asisten Manajer perusahaan untuk memastikan pelaksanaan sesuai prosedur dan memperhatikan aspek lingkungan.
Perwakilan PT. LPP menyampaikan komitmen perusahaan terhadap kerja sama yang saling menguntungkan. “Kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan masyarakat lokal dan selalu memperhatikan hak-hak mereka sebagai pemilik tanah adat,” ujar perwakilan tersebut.
Sementara itu, tokoh masyarakat (E.Y) dari salah satu kampung menyambut baik langkah perusahaan, namun juga menekankan pentingnya kesinambungan dalam memperhatikan kepentingan bersama. “Kami berharap perusahaan tidak hanya fokus pada produktivitas, namun juga memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar,” tegasnya.
Dengan kerja sama yang terbangun secara sinergis, kebun sawit di Distrik Moswaren diharapkan tidak hanya berkontribusi pada sektor ekonomi nasional, namun juga menjadi bukti bahwa pengembangan industri dapat berjalan sejalan dengan kesejahteraan masyarakat lokal dan perlindungan lingkungan.
Pewarta : GUNTUR








