
Teropongindonesianews.com
BONDOWOSO – Keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ditemukan indikasi ketidaksesuaian kualitas pada paket makanan yang didistribusikan di SDN 3 Ramban Kulon, Kecamatan Cermee. Temuan ini membuat pihak sekolah dan wali murid terpaksa mengambil langkah tegas untuk mengecek ulang ratusan paket yang baru saja tiba dari penyedia katering YPP. Darul Falah.

Kejadian ini berawal dari Salah satu murid yang membawa pulang paket makanan dan diperiksa oleh wali murid. Meskipun sekolah telah melakukan pengecekan rutin saat paket tiba di lokasi, ternyata ada ketidaksesuaian yang terlewatkan dan baru terdeteksi saat diperiksa di rumah.
Menu paket MBG yang seharusnya terdiri dari pisang, jeruk, krepek tempe, selembar roti, dan susu kalengan kemasan kecil ternyata memiliki masalah pada salah satu komponennya. “Kami menemukan buah jeruk yang tidak sedap baunya dan tekstur kulitnya sudah terlupas. Demi keselamatan anak, kami langsung putuskan untuk tidak mengizinkannya dikonsumsi,” ujar salah satu wali murid.
Selain kondisi jeruk yang tidak layak, pantauan di lapangan juga menemukan poin lain yang menjadi kekhawatiran :
– Kondisi Kemasan Tidak Memadai, Beberapa buah ditemukan layu dan tidak dibungkus plastik secara terpisah, sehingga rentan terkontaminasi debu meskipun berada di dalam kemasan.
Pihak sekolah segera menghubungi penyedia katering YPP. Darul Falah dengan permintaan untuk melakukan evaluasi menyeluruh sesuai kontrak kerja sama yang berlaku. “Kejadian ini menjadi catatan penting bagi kami dan pengawas program MBG. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait kesehatan siswa, terutama setelah beberapa kejadian tidak diinginkan yang pernah terjadi di beberapa kecamatan sekitar,” jelas pihak sekolah dalam keterangannya.
Langkah ini juga menjadi panggilan untuk meningkatkan pengawasan terhadap vendor penyedia makanan agar program MBG yang bertujuan untuk kesehatan siswa benar-benar berjalan sesuai standar. YD







