
Teropongindonesianews.com
Vahuta – Dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran kembali mencuat di Desa Vahuta. Kali ini, sorotan mengarah kepada Bendahara BUMDes Omanga yang diduga membagikan pengadaan ayam sebanyak 250 ekor hanya kepada lingkaran keluarganya sendiri.
Informasi tersebut memicu keresahan warga karena dinilai tidak transparan dan berpotensi melanggar prinsip keadilan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.
Penyaluran program pangan melalui sumber dana APBN (DD) tahun 2025 yang diperuntukkan program pangan desa yang dikelola oleh BUMDes Omanga untuk pengadaan ayam sebanyak 250 ekor, DIDUGA ada indikasi kepentingan pribadi, pasalnya pengadaan ayam tersebut tidak melibatkan masyarakat umum dan disebut hanya beredar penunjukan dikalangan keluarga bendahara.
Hingga kinerja bendahara banyak menuai sorotan dari kalangan masyarakat luas.
Program pangan pengadaan ayam tersebut nantinya akan dilaksanakan pada tahun 2026 berjalan (waktu pelaksanaan sesuai program BUMDes), dari hasil yang diperoleh media ini, kakak bendahara telah menjelaskan saat media ini melakukan konfirmasi, penerima pengadaan,ia telah membenarkan pengadaan ayam tersebut sebanyak 250 ekor ungkap kakak bendahara kepada media teropong Indonesia news dalam beberapa waktu terakhir.
tepatnya di Desa Vahuta, dirumah bendahara BUMDes Omanga.
Hingga proses program ini memuncul pertanyaan warga desa bahwasanya pengelolaan BUMDES omanga desa vahuta tidak ada keterbukaan informasi ke masyarakat luas terkait mekanisme pengadaan ayam.
Sejumlah warga mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi maupun kesempatan yang sama untuk menjadi penerima manfaat dalam pengadaan
Berdasarkan informasi yang beredar,pengadaan ayam ada beberapa warga meminta dalam pengadaan namun sampai saat ini belum ada respon dari pengurus BUMDes tersebut
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan program ekonomi desa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bendahara BUMDes Omanga telah memberikan keterangan resmi kepada media ini pengadaan ayam 250 ekor tersebut itu berbagi bersama bendahara.(KK dan adik)
Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera melakukan klarifikasi serta audit agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
✍️ team paputungan







