
Teropongindonesianews.com
BENGKULU TENGAH – Implementasi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), menuai polemik di Kecamatan Pematang Tiga, Bengkulu Tengah. Kepala Sekolah SDN 53 Bengkulu Tengah dan pihak MTS di Desa Kota Titik menyuarakan kekecewaan mendalam lantaran sekolah mereka tidak mendapatkan jatah distribusi makanan tambahan tersebut.
Hingga saat ini, pihak pengelola dapur MBG yang berlokasi di Desa Batu Beriang belum memberikan kepastian distribusi ke wilayah Desa Kota Titik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, alasan yang mencuat adalah kondisi infrastruktur jalan yang buruk serta jumlah siswa yang dianggap terlalu sedikit, sehingga dinilai tidak efisien secara operasional.
Kondisi ini memicu protes dari pihak sekolah yang merasa diperlakukan tidak adil. Salah satu Kepala Sekolah menyatakan bahwa program ini seharusnya bersifat merata karena merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat.
”Kami berharap distribusi ini merata. Ini sudah menjadi ikon program pemerintah pusat sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto. Mengapa masih ada sekolah yang tidak kebagian dan seolah dianak tirikan?” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, salah satu guru MTS di Desa Kota Titik mempertanyakan standarisasi pemilihan sekolah penerima. Meskipun jumlah siswa mereka sedikit, mereka merasa hak para murid untuk mendapatkan gizi tambahan tetap sama dengan sekolah lainnya.
”Sebenarnya siswa kami memang sedikit, tapi mengapa dibedakan dengan sekolah lain? Apa bedanya murid kami dengan murid di sekolah kawan-kawan yang lain?” keluh tenaga pendidik tersebut.

Pihak sekolah menyatakan bahwa jika memang distribusi saat ini dianggap tidak efektif karena kendala teknis, seharusnya ada koordinasi dan pengkajian lebih lanjut, bukan pemutusan sepihak tanpa penjelasan. Hingga berita ini diturunkan:
• Belum ada klarifikasi resmi dari Ketua Dapur MBG Pematang Tiga kepada pihak sekolah.
• Belum ada transparansi hasil kunjungan lapangan pihak pengelola MBG kepada media maupun pihak sekolah terdampak.
Para guru dan kepala sekolah di Desa Kota Titik berharap pemerintah daerah dan pengelola program segera mengevaluasi penataan distribusi agar tidak ada diskualifikasi fasilitas bagi siswa di pelosok.
“Wakil Bupati bengkulu tengah Tarmizi, S,Sos,”Tekan kan” Pada saat peresmian MBG di kecamatan pematang Tiga kabupaten bengkulu tengah, “Kita sama-sama mengawasi makan tambahan atau makanan bergizi yang di berikan oleh presiden Prabowo Subianto dan merata”. Kata wakil Bupati Tarmizi
Tarmizi








