
Teropongindonesianews.com
Banyuwangi, 9 Februari 2026 – Hasil survei gizi terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mencatat bahwa jumlah anak stunting di Kecamatan Wongsorejo mencapai 250 orang. Angka ini menjadi fokus utama dalam upaya percepatan penurunan stunting yang tengah digencarkan pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Kasie Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, melalui camat Wongsorejo sebagian besar kasus terdeteksi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Faktor penyebab yang identifikasi meliputi kurangnya konsumsi makanan bergizi seimbang, kurangnya akses informasi tentang pola makan sehat, serta kondisi lingkungan yang belum optimal di beberapa wilayah kecamatan wongsorejo
Dalam menanggapi hal ini, Pemerintah Kecamatan Wongsorejo bersama Dinas Kesehatan telah menjalankan sejumlah langkah konkret, antara lain:
– Pendirian posyandu khusus untuk pemantauan pertumbuhan anak dan pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggu
– Pelatihan bagi kader masyarakat tentang deteksi dini stunting dan pemberian konseling gizi kepada keluarga
– Kerjasama dengan petani lokal untuk menyediakan sayuran dan buah-buahan segar kepada keluarga dengan anak berisiko stunting
– Kampanye “Rumah Sehat, Anak Cerdas” yang mencakup edukasi tentang sanitasi dan kebersihan lingkungan
Camat Wongsorejo Moch Mahfud saat dikonfirmasi teropong Indonesia news dikantornya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penanganan stunting, termasuk dengan menggandeng peran orang tua dan tokoh agama agar menjadi agen perubahan dalam masyarakat.ungkapnya
Dari hasil laporan ke pemerintah Kecamatan Wongsorejo menjelaskan kalau angka stunting wilayah kerja Puskesmas Wongsorejo mencapai 120 orang, sedangkan wilayah kerja Puskesmas Bajulmati mencapai 130 prang,ini bagi kami sudah cukup tinggi , imbuhnya
( Kurniadi – Ka Biro Banyuwangi )








