Skip to content
April 21, 2026
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
BackgroundEraser_20250402_172203769

Menyingkap Tabir, Mengungkap Fakta, Aktual dan Terpercaya

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
Live
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 17
  • Koperasi Merah Putih dan “Pemotongan” Dana Desa: Siapa Untung, Siapa Menanggung ?
  • ARTIKEL

Koperasi Merah Putih dan “Pemotongan” Dana Desa: Siapa Untung, Siapa Menanggung ?

Redaksi Teropong Indonesia News Februari 17, 2026 3 minutes read
IMG-20251124-WA0079

Oleh: John Orlando, S.fil

Teropongindonesianews.com

Sikka – Isu yang mulai ramai dibicarakan di banyak desa adalah kekhawatiran bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih “memotong” sebagian dana desa. Secara regulatif, dana desa tetap berlandaskan pada Undang-Undang Desa, yang menegaskan bahwa dana tersebut diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Artinya, secara hukum dana desa tidak boleh sembarang dipotong. Namun dalam praktik kebijakan, yang sering terjadi bukan pemotongan eksplisit, melainkan pengalihan prioritas anggaran.

Di sinilah persoalannya menjadi politis sekaligus teknokratis. Jika pemerintah mendorong pembentukan atau penguatan koperasi tertentu dalam hal ini Koperasi Merah Putih dan desa “diarahkan” untuk menyertakan modal dari dana desa, maka ruang fiskal desa otomatis menyempit. Dana yang tadinya direncanakan untuk infrastruktur, sanitasi, ketahanan pangan, atau program sosial bisa saja dialihkan menjadi penyertaan modal koperasi.

Secara teori, ini tidak salah. Bahkan bisa menjadi strategi cerdas bila koperasi benar-benar menjadi motor ekonomi produktif. Namun ada beberapa implikasi yang perlu dibaca dengan jernih.

Pertama, soal prioritas kebutuhan. Tidak semua desa berada pada tahap ekonomi yang sama. Ada desa yang masih butuh jalan tani, irigasi, air bersih, atau penanganan stunting. Jika dana desa “dipaksa” masuk ke koperasi sementara kebutuhan dasar belum terpenuhi, maka terjadi distorsi prioritas. Pemberdayaan ekonomi menjadi jargon, sementara kebutuhan riil warga terpinggirkan.

Kedua, soal risiko usaha. Koperasi adalah entitas bisnis kolektif. Artinya ada potensi untung dan rugi. Jika dana desa dijadikan penyertaan modal, lalu koperasi gagal dikelola secara profesional, siapa yang menanggung kerugian? Secara administratif mungkin bisa dijelaskan, tapi secara sosial yang terdampak adalah masyarakat desa sendiri. Dana publik berubah menjadi risiko bisnis.

Ketiga, soal kemandirian desa. Semangat desentralisasi yang dulu diperjuangkan yang juga sejalan dengan cita-cita ekonomi kerakyatan ala Mohammad Hatta adalah memberi ruang pada desa untuk menentukan prioritasnya sendiri. Jika koperasi tertentu hadir dengan aroma sentralisasi kebijakan, lalu desa hanya mengikuti karena tekanan regulatif atau politis, maka otonomi desa menjadi semu.

Yang perlu dipastikan adalah: apakah penyertaan dana desa ke Koperasi Merah Putih benar-benar hasil musyawarah desa yang partisipatif? Ataukah sekadar menyesuaikan dengan “arahan” agar dianggap sejalan dengan program nasional?

Jika memang ada pengalihan sebagian dana desa, maka transparansi menjadi kunci. Warga harus tahu berapa besar penyertaan, apa skema pengembaliannya, bagaimana mitigasi risikonya, dan bagaimana mekanisme pengawasan. Tanpa itu, istilah “pemotongan” akan terus hidup dalam persepsi publik, walaupun secara administratif disebut “realokasi”.

Pada akhirnya, masalahnya bukan sekadar ada atau tidaknya pemotongan. Masalahnya adalah siapa yang menentukan, siapa yang mengawasi, dan siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya. Jika koperasi berkembang, menghasilkan surplus, dan menguatkan ekonomi warga, maka pengalihan dana bisa dibenarkan secara rasional. Tapi jika ia hanya menjadi simbol politik atau proyek administratif, maka desa sedang menukar fleksibilitas anggarannya dengan ketidakpastian.

Dana desa adalah instrumen kedaulatan lokal. Jika sebagian dialihkan untuk koperasi, itu harus menjadi keputusan sadar warga, bukan konsekuensi diam-diam dari kebijakan yang turun dari atas. Karena pada akhirnya, yang paling merasakan dampaknya bukan pembuat kebijakan di pusat, melainkan masyarakat desa sendiri.
Tabe.

About The Author

Redaksi Teropong Indonesia News

TEROPONG INDONESIA NEWS DI DIRIKAN SEJAK TANGGAL 22 DESEMBER 2020 oleh Wahyu dan Haji Darmo di bawah Naungan PT Teropong Multi Media,
( Call Redaksi : 082323884880 )

See author's posts

Post navigation

Previous: Babinsa Turun Malam, Warga Diajak Hidupkan Ronda — Desa Sambi Dijaga Tanpa Celah
Next: Skandal Kriminalisasi Jekson Sihombing: Wilson Lalengke Sebut Ada Persekongkolan ‘Jahat’ Kapolda dan Kajati Riau

Related Stories

IMG-20260311-WA0088_copy_1188x892
  • ARTIKEL

Siswi SMAK Frateran Maumere Meneliti Penguruh Program Panti Santa Dymphna Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Redaksi Teropong Indonesia News Maret 12, 2026
IMG-20251201-WA0287_copy_900x1600_1_copy_900x1600
  • ARTIKEL

Ketika Ketenangan Dan Keheningan Makin Punah

Redaksi Teropong Indonesia News Maret 5, 2026
IMG-20260222-WA0105
  • ARTIKEL

Teori Dan Fungsi Teori Dalam Penelitian Politik

Redaksi Teropong Indonesia News Februari 22, 2026

PEMERINTAH KOTA PADANG SIDIMPUAN

IMG-20250908-WA0139

BUTIK INDHIRA GIANYAR BALI BERKELAS DUNIA

20241231_114526_copy_1280x1280

Perusahaan Rokok SAE-22/SAE-FA

IMG_20250118_003129

JASA PENGIRIMAN PAKET & DOKUMEN KE NUSANTARA DAN LUAR NEGERI

IMG_20250816_210313_copy_720x544

GUEST HOUSE JEMBER

20260308_204752_copy_1280x1280
Guest House Jember
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
Februari 2026
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728 
« Jan   Mar »

KETUA PKDI BONDOWOSO

IMG_20260112_075243

Arsip

MENEBAR KEBAJIKAN DENGAN SEDEKAH PADA ANAK YATIM

IMG_20250227_104516

PHONE PEMRED

WA - 082323884880
WA & Celluler - 085236384228

Usamah Abdat, SE – DEWAN REDAKSI

IMG-20250817-WA0274

KH Shobirin Al Faqih Bondowoso Jatim

IMG_20250812_234314
Keluarga Besar BSBK Bondowoso Jatim

You may have missed

IMG-20260421-WA0014
  • Uncategorized

SEKET BERAKHIR DAMAI: VENDOR BTS PAGERWOJO SETUJUI KOMPENSASI DAN KOMITMEN CSR

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
IMG-20260421-WA0228_copy_640x432
  • Prestasi

Sabet penghargaan berita Jatim Gus fawait dedikasihkan gelar toko pengentasan kemiskinan untuk ASN Jember

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
IMG-20260421-WA0229_copy_428x444
  • Seni Budaya

Ning Ghita Tampil Anggun Dengan Memakai Busana Batik Khas Jember

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
IMG-20260421-WA0226(1)_copy_360x360
  • BREAKING NEWS

Tragedi Mahasiswa Sampang: Terjebak Tppo Turki, Rugi Puluhan Juta, Tidak Dapat Pekerjaan

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
PEMIMPIN REDAKSI - WAHYU - 082323884880 | MoreNews by AF themes.