
Teropongindonesianesianews.com
Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Pasuruan, Jawa Timur – (02/02/2026) – Sebuah kejadian tanah longsor menggemparkan ruas jalan penghubung Ngadiwono-Tosari pada hari Senin (02/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, menyebabkan satu unit truk barang milik PT Sumber Makmur Jaya yang sedang melintas dari arah Malang menuju Pasuruan terseret hingga sekitar 15 meter oleh material tanah dan batu yang gelincir dari lereng kiri jalan.

Menurut Kepala Seksi Prasarana Jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Malang, Bapak Slamet Riyadi, kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama terjadinya peristiwa ini. “Sebelum kejadian, wilayah sekitar lokasi mendapatkan curah hujan deras selama lebih dari 4 jam berturut-turut. Hal tersebut membuat lapisan tanah di lereng yang memiliki kemiringan cukup tinggi menjadi jenuh air dan tidak mampu menahan bobot material di atasnya,” jelasnya saat memberikan keterangan di lokasi.
Saat kejadian terjadi, sopir truk bernama Supriyanto (35 tahun) berhasil keluar dengan sendirinya dari kabin kendaraan tanpa mengalami luka serius. “Saya merasa jalan sedikit bergoyang, lalu tiba-tiba material tanah datang dari arah kiri. Saya langsung mencoba mundur tapi sudah terlambat. Untungnya pintu kabin masih bisa dibuka sehingga saya bisa keluar,” ujar Supriyanto yang kemudian mendapatkan pertolongan pertama dari masyarakat sekitar.
Setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 17.15 WIB, tim SAR Kabupaten Pasuruan bersama petugas PU Kabupaten Malang segera bergerak ke lokasi. Dengan membawa alat berat seperti ekskavator dan dumptruck, tim melakukan evakuasi truk serta membersihkan material tanah longsor yang menutupi sekitar 50 meter panjang jalan. Proses pembersihan berjalan lancar dan akses jalan berhasil dibuka kembali untuk umum sekitar pukul 20.00 WIB.
Kepala Dinas PU Kabupaten Pasuruan, Ibu Sri Wahyuni, menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap struktur lereng di sepanjang ruas jalan tersebut untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan. “Kita akan mengevaluasi kondisi lereng, termasuk mempertimbangkan pembuatan pagar penahan tanah atau saluran drainase yang lebih baik untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan,” ungkapnya.
Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi tanah longsor, terutama saat cuaca buruk, dan segera melaporkan setiap tanda-tanda tidak biasa seperti retakan tanah atau gerakan lereng kepada pihak berwenang. Hasyim







