
Teropongindonesianews.com
BENGKULU TENGAH, – .Proyek revitalisasi SDN 73 Bengkulu Tengah (Benteng) kini menjadi sorotan tajam publik. Alih-alih memberikan fasilitas pendidikan yang layak, proyek yang didanai oleh Kementerian Pendidikan diduga kuat dikerjakan dengan praktik tidak sesuai standar demi meraup keuntungan pribadi, sehingga mengorbankan kualitas dan keamanan bangunan.
Berdasarkan investigasi lapangan dan pemeriksaan tim media, ditemukan berbagai kerusakan fisik yang mencolok pada bangunan yang baru saja selesai. Dinding dan lantai tampak mulai retak di berbagai titik, sementara pintu Toilet tidak dapat difungsikan dan juga mengalami retakan. Dana yang dialokasikan untuk gedung pembangunan Toilet mencapai lebih dari Rp 123.000.000, sedangkan untuk gedung Unit Kesehatan Sekolah (UKS) lebih dari Rp 115.000.000.
Kondisi ini memperkuat dugaan adanya pengurangan takaran semen serta penggunaan material pasir yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
“Proses pelaksanaannya sama sekali tidak transparan. Bangunan dibuat asal-asalan dan hasilnya jauh dari harapan kami para guru dan masyarakat,” ungkap seorang sumber internal sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Skandal ini semakin diperparah dengan sikap tertutup pihak sekolah. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, tidak pernah dilakukan rapat koordinasi atau sosialisasi kepada pihak sekolah maupun komite sekolah.
“Kami sama sekali tidak mengetahui kapan proyek ini dimulai atau kapan target selesainya. Tidak ada komunikasi dari kepala sekolah, semuanya serba tertutup,” tambah sumber tersebut.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SDN 73 Bengkulu Tengah melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (9/3) pukul 18.00 WIB. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan memilih untuk tidak memberikan penjelasan terkait temuan awak media.
Guru dan masyarakat setempat kini mendesak instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan pihak berwajib, untuk segera turun tangan melakukan audit serta penyelidikan terhadap penggunaan anggaran dan kualitas material proyek tersebut.
Tindakan ini bertujuan untuk menjamin keselamatan siswa dan kualitas layanan pendidikan di Bengkulu Tengah, mengingat masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran publik serta setiap siswa berhak mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik.
Red







