
Teropongindonesianews.com
DUNIA BISNIS – Bandar Rokok Nusantara Grup (BARON GRUP) resmi meluncurkan E-PARSIA (Ekspedisi Pasar Rokok Asia Australis), sebuah inisiatif strategis yang tidak hanya bertujuan ekspansi bisnis, tetapi juga sebagai gerakan untuk memberdayakan jutaan petani tembakau Indonesia dengan membuka akses pasar internasional yang lebih luas dan menguntungkan.
Sebagai salah satu produsen tembakau terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan tenaga kerja petani yang melimpah. Namun, kesejahteraan para petani sering kali terhambat oleh rantai distribusi yang kompleks dan fluktuasi harga yang tidak menguntungkan.
E-PARSIA dirancang sebagai jembatan untuk menjembatani kesenjangan tersebut, memastikan tembakau berkualitas tinggi dari Indonesia dapat terserap oleh pasar luar negeri dengan nilai ekonomi yang lebih kompetitif dan stabil.
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), Founder & Owner BARON GRUP, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen untuk merebut kedaulatan ekonomi di sektor tembakau nasional.
“Kita harus menjadi tuan di tanah sendiri. Tembakau hasil jerih payah jutaan petani Indonesia patut diperoleh dengan harga yang sesuai nilai nyatanya. Visi kita bukan hanya membuat mereka bertahan hidup, melainkan melihat mereka hidup sejahtera dan meraih kemakmuran yang layak,” ujarnya dalam acara peluncuran.
Pada fase pendahuluan, E-PARSIA akan memfokuskan penetrasi pasar pada delapan wilayah yang dipilih secara strategis, antara lain:
– Malaysia
– Filipina
– Thailand
– Vietnam
– Kamboja
– Hong Kong
– China
– Australia
Setelah memantapkan posisi dan membangun fondasi yang kuat di kawasan Asia-Pasifik, BARON GRUP telah menyusun rencana ekspansi ke pasar Eropa dan Amerika. Langkah ekspansi ini didasarkan pada studi mendalam yang menunjukkan bahwa akses pasar global yang terintegrasi dan transparan menjadi kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tembakau nasional.
Peluncuran E-PARSIA juga diharapkan memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional, khususnya di tingkat desa. Dengan membuka jalur ekspor yang lebih besar, aktivitas ini diharapkan dapat menciptakan efek domino, mulai dari peningkatan pendapatan petani, peningkatan lapangan kerja di sektor hilir, hingga memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri tembakau global.
“Ini adalah langkah nyata kita untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Para petani tembakau telah menjadi tulang punggung sektor pertanian kita selama puluhan tahun, kini saatnya mereka merasakan hasil kemajuan yang sesungguhnya,” pungkas Gus Lilur.
Bandar Rokok Nusantara Grup (BARON GRUP) adalah entitas bisnis di sektor tembakau yang berkomitmen mengangkat potensi lokal Indonesia ke kancah internasional. Melalui pendekatan inovatif dalam pemasaran dan penguatan ekosistem dari hulu (petani) hingga hilir (pasar), BARON GRUP berusaha menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
BiroTIN/STB







