
Teropong Indonesia News
PASURUAN – Bencana alam berupa tanah longsor menimpa lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Palangsari, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Peristiwa tersebut terjadi tepat pada hari Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, di mana massa tanah dan lumpur meluncur deras menutupi seluruh area halaman sekolah. Sungguh sebuah keberuntungan besar, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa maupun luka parah.
Namun di balik syukur tidak ada nyawa yang melayang, tersimpan fakta pahit yang sangat menyayat hati. Berdasarkan pengakuan warga setempat serta hasil penelusuran dan investigasi yang pernah dilakukan oleh tim media sebelumnya, terbukti jelas bahwa lokasi yang rawan bencana ini nyatanya tidak pernah mendapatkan penanganan atau pembangunan pengamanan sedikitpun. Padahal bahaya sudah terlihat jelas sejak lama, namun seolah diabaikan begitu saja.
Pertanyaan besar dari beberapa narsum kini menggantung di hati, Ke mana perginya anggaran yang seharusnya disiapkan untuk keselamatan tempat pendidikan anak-anak ini? Mengapa proyek pengamanan yang sangat vital itu tak kunjung terlaksana hingga bencana benar-benar terjadi? Dugaan tajam mengarah pada ulah segelintir oknum tak bertanggung jawab yang lebih mementingkan mengeruk keuntungan pribadi daripada keselamatan nyawa orang banyak.
Di katakan oleh mereka bahwa hal ini Benar-benar tindakan yang kejam dan tak berperikemanusiaan! Demi mengisi kantong sendiri, mereka tega membiarkan kondisi berbahaya terbengkalai bertahun-tahun. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk membangun perlindungan justru dimainkan, disunat, dan dihamburkan demi kepentingan segelintir orang serakah. Akibatnya, tebing yang seharusnya kokoh justru rapuh dan akhirnya runtuh menimpa halaman sekolah.
“Kami sudah berulang kali mengingatkan dan melapor, tapi tanggapan kosong belaka! Ternyata ada tangan jahil yang mengatur segalanya agar pembangunan tidak berjalan, padahal nyawa anak-anak jadi taruhannya. Kalau saja kejadian ini terjadi saat jam sekolah dan halaman penuh siswa, betapa mengerikan dampaknya! Apakah uang haram itu lebih berharga daripada masa depan dan keselamatan anak bangsa?” ungkap salah satu warga dengan nada marah yang meluap-luap.
Kini halaman sekolah yang seharusnya menjadi tempat bermain dan beraktivitas siswa berubah menjadi lautan lumpur yang menjijikkan dan tidak aman. Proses belajar mengajar pun terganggu parah dan terpaksa dihentikan sementara. Semua kekacauan ini murni ulah keserakahan oknum-oknum yang tidak punya hati nurani.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa korupsi dan penyalahgunaan wewenang bukan sekadar merugikan keuangan negara, melainkan bisa memakan korban jiwa dan merenggut keselamatan orang lain. Seandainya pembangunan dilaksanakan dengan jujur, ikhlas, dan bertanggung jawab, musibah ini pasti bisa dihindari sepenuhnya.
Masyarakat menuntut penegak hukum untuk tidak diam saja! Lacak, ungkap, dan seret ke meja hijau siapa saja oknum yang terlibat dalam pengabaian dan penyalahgunaan anggaran di lokasi ini. Berikan hukuman seberat-beratnya sebagai peringatan, karena memakan hak keselamatan orang lain adalah kejahatan besar yang tidak bisa dimaafkan.
Ingatlah dengan baik: uang haram tidak akan pernah membawa berkah, melainkan hanya dosa besar dan hukuman yang menanti di masa depan. Berhentilah merampas hak rakyat, karena sekuat apa pun kalian menutupi kejahatan, keadilan suatu saat pasti akan menuntut pertanggungjawaban kalian (Abdl Hasyim)







